Selasa, 24 November 2009

KAU MELIHAT DUNIA HANYA SEBATAS PANDANGANMU

Ingatkah engkau ketika dahulu engkau mulai belajar berjalan? Ketika engkau mulai melangkahkan kakimu setapak demi setapak? Ingatkah engkau, ketika engkau pertama kali memandang segala sesuatu dari kakimu yang mungil? Segala sesuatunya terasa begitu jauh dan tak terjangkau oleh tangan-tangan mungilmu. Kaki kursi maupun kaki bangku seakan-akan tongkat untuk menahanmu tetap berdiri.

Di bawah meja makan merupakan tempat favoritmu, meja makan cukup untuk menudungi kepalamu. Kau menengadah ke atas dan melihat lampu-lampu indah, kau takjub dan kagum melihatnya, lalu kau mengulurkan tanganmu untuk menjangkaunya. Tapi kau tak sanggup. Segala sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kaki mungilmu yang berusaha untuk menggapainya.

Lalu kau mendengar sebuah suara memanggilmu. Kau mencari berkeliling dengan tertatih-tatih, tapi kau tidak menemukannya. Suara itu memanggilmu lagi. Kau semakin penasaran dan menjejakkan kakimu ke lantai cepat-cepat untuk mencari sumber suara itu. Tangan dan kaki kecilmu berusaha menjaga keseimbanganmu ketika kau berlari untuk menemukan siapa yang memanggilmu.

Suara yang begitu lembut, suara yang kau tahu berasal dari orang yang mengasihimu. Suara yang sama terdengar memanggilmu lagi, kau memandang sekelilingmu sekali lagi, tapi kau tetap tidak menemukan suara itu. Yang aku lihat disekitarmu hanyalah mainan mobil-mobilanmu yang berserakkan, 4 buah kaki kursi, sebuah balon, beberapa buah buku, krayon dan nah akhirnya, tampat favoritmu meja makan.

Kau berlari dan dan melonggok ke bawah meja makan, kalo-kalo sumber suara itu berasal dari sana . Dan kau mendengar suara itu sekali lagi, disertai dengan tawa yang lembut.

"Kemana kau mencari anakku? Lihat aku ada diatasmu."

Kau pun mendongakkan kepalamu dan melihat sumber suara itu. Ibumu berdiri di hadapanmu dan tersenyum melihatmu. Kau pun tersenyum dan berpikir "Hei, lihat aku dapat menemukanmu."

Lalu kau mengulurkan tangan mungilmu, mencoba mengapainya. Mencoba menciumnya, mencoba memegang tangannya. Namun, aduhhh!!! tanganmu tidak dapat mencapainya.

Tiba-tiba Ibumu terasa begitu jauh darimu. Ia berdiri menjulang tinggi dan tak dapat kau raih. Kau mulai kecewa dan menangis. Kau menginginkan ibumu!!! Kau ingin menciumnya, memgang pipinya, kau ingin menarik rambutnya. Kau menginginkan ibumu, tapi kau tidak dapat mencapainya ... Ibumu terasa begitu jauh.

Dan tiba-tiba kau merasa tubuhmu terangkat. Ada sepasang tangan yang memegang pinggang kecilmu. Kau melihat ibumu tersenyum dan berkata, "Nah, aku menemukanmu!" Kau mengapai dengan tanganmu, dan HEI lihat, sorakmu kau bisa memegang pipinya. Ia tertawa ketika tangan-tanganmu memegang pipinya. Bahkan ketika salah satu tanganmu menarik rambutnya ... Ia tertawa dan ia menarik kau mendekat kepadanya dan mencium pipimu. Kau tertawa kesenangan. Akhirnya kau bisa meraih ibumu. Oh tidak, akhirnya ibumu bisa meraihmu dan mendekapmu.

Berapa sering kita merasa bahwa Tuhan jauh dan tidak terjangkau bagi tangan-tangan kita? Atau mungkin kita ingin sekali menjangkaunya tapi ... upsss, tanganmu kurang panjang. Kaki-kakimu kurang tinggi untuk dapat menjangkaunya.

Pernahkah ketika kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita, kita berpikir dan membayangkan diri kita seperti anak kecil dengan pandangan yang serba terbatas sehingga kita tidak bisa melihat bahwa sesungguhnya kita ada dibawah kaki-Nya!!! Kita ada kurang dari 10 cm dari hadapan-Nya. Pandangan kita sangat terbatas. Tidak seperti pandangan-Nya!!! Pada pandangan-Nya kita begitu dekat, sehingga tangan-tangan-Nya bisa menjangkau dan menarik kita mendekat pada-Nya.

Bagi-Nya kita begitu dekat, sehingga bunyi nafas kita pun terdengar oleh-Nya. Ketika Ia menundukkan kepala-Nya, ada kita di dekat kaki-Nya. Ia tersenyum dan tertawa ketika melihatmu mencari-cari-Nya, padahal kau ada di dekat kaki-Nya. Dan akhirnya, ia mengangkat pingangmu, membawamu naik untuk dapat menciummu. Untuk membiarkanmu memegang pipi-Nya, untuk membiarkanmu menarik rambut-Nya. Ia ada dekat sekali denganmu. Yang kau perlukan hanyalah menjulurkan tanganmu keatas, menengadahkan kepalamu, dan Ia akan mengangkatmu ke atas. Ia akan membungkuk dan mengulurkan tangan-Nya.

Jika kau merasa begitu jauh dari-Nya, INGAT KAU ADA DIDEKAT KAKINYA!

Renungan: Jawaban Sebuah Doa

Dalam suatu pendakian, Brenda Foltz menarik tali terlalu keras sehingga mengenai matanya, dan lensa kontaknya terlepas. Dari tempat berpijaknya yang berbahaya, dengan panik dia berusaha mencari lensa kecil yang transparan seperti tetesan air itu. Brenda sadar, sia-sia dia berusaha mencarinya dengan keterbatasan geraknya saat itu. Dia berusaha mencari sebisanya sambil berdoa dengan hati yang gundah. Akhirnya dia melanjutkan pendakian dengan satu-satunya pengharapan dalam hati, yakni bahwa lensa kontak itu masih ada di dalam matanya, terselip di sudut mata atau di bawah kelopak matanya.

Setelah mencapai puncak, ia meminta temannya untuk memeriksa matanya. Ternyata tidak ada. Pupus sudah harapannya. Brenda sangat kecewa dan cemas karena tidak menemukan lensa itu.

Saat mereka beristirahat, memandang dunia dari sudut yang benar-benar menakjubkan, sebuah ayat terlintas di kepalanya, "Mata TUHAN menjelajah seluruh bumi."
"Dari tempatnya berada, Allah pasti tahu di mana lensa itu berada, namun saya tidak akan pernah melihatnya lagi", demikian pikirnya.

Setengah jam kemudian seorang gadis yang tidak tahu mengenai musibah hilangnya lensa kontak berseru, "Hai teman-teman, adakah di antara kalian yang kehilangan lensa kontak ?"

Dengan tergesa-gesa Brenda menghampirinya, sementara gadis itu terus berteriak, "Di sini ada seekor semut yang sedang mengangkut lensa kontak !"

Benar-benar menakjubkan. Kilat khusus ! Brenda mendapatkan kembali lensa kontaknya dari seekor semut yang bekerja keras mengangkutnya. Dia masih terpana saat membasuh dan memasukkan kembali lensa kontak itu ke matanya.

Dia merasa seolah Allah baru saja memberikan pelukan hangat dan mengatakan, "Putri-Ku terkasih, Aku memperhatikan setiap hal kecil dalam hidupmu."

Brenda menulis surat dan menceritakan kisah ini pada keluarganya.

Kemudian ayahnya menggambar sebuah kartun yang bercerita mengenai seekor semut yang mengangkut lensa kontak sebesar lima kali besar tubuhnya. Semut itu berkata pada Allah, "Tuhan, saya tidak mengerti mengapa Engkau ingin aku membawa benda ini ! Apa sih gunanya ? Saya bahkan tidak tahu benda apa ini, tidak dapat dimakan, sangat besar, dan berat. Tapi tak apalah, jika Engkau
menghendakinya, Tuhan, saya akan coba. Yang jelas, saya melihat benda ini hanya sebagai sampah yang tak berguna !"

Saat kita berdoa, Allah mengulurkan tanganNya melalui ciptaanNya yang lain. Sebaliknya, saat saudara kita berdoa, mungkin Allah ingin memakai kita sebagai jawaban doanya.

Jumat, 06 November 2009

Jangan Benci Aku, Mama...

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga.. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.
Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu... Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk.. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyeko lahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali.
Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!"
Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, “Tunggu, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"
"Nama saya Elic, Tante.."
"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?"
Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya.. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati......, mati...
Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric... Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." Tapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya.. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric… Eric… Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu... Gelap sekali....Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya.
Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua... Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu...."
Saya pun membaca tulisan di kertas itu... "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana ... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana . Nyonya, dosa anda tidak terampuni!"
Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. (kisah nyata dari Irlandia Utara)



Tersentuhkah hati anda dengan cerita di atas? atau ... sebaliknya menjadi geram,arena ada seorang ibu yang biadab? Ingatlah sahabat akan YESAYA $49:15-16 "DAPATKAH SEORANG PEREMPUAN MELUPAKAN BAYINYA,SEHINGGA IA TIDAK MENYAYANGI ANAK DARI KANDUNGANNYA? SEKALIPUN DIA MELUPAKANNYA AKU TIDAK AKAN MELUPAKAN ENGKAU" Bagaimana perasaan kita jika di posisi eric? sakit? remuk?terhempaskah? Jika demikian tidakkah kita belajar menghargai Kasih yang melimpah yg YESUS berikan buat kita, sehingga kita mengenal arti NATAL ,JUMAT AGUNG DAN PASKAH?

Jika anda diberkati dengan e mail ini ,sudahkah anda nenjadi berkat buat sahabat yang lain?

Minggu, 27 September 2009

"Cukup Itu Berapa?"

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang
tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si
petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang
emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas
berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember
untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh,
dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi
semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih
kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum
cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani
itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah
bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata
"cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan
sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah
target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti
berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit
berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri
kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup"


Mengapa kita perlu ke Gereja?!?

Mungkin kita sudah pernah mendengar cerita-cerita ini sebelumnya. Semoga ini mengingatkan kita kembali.

Cerita 1


Seorang Katolik menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar Dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.
Tulisnya, "saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun Dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah
Memboroskan begitu banyak waktu demikian pun para pastor itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."
Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca.
Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya Ada seseorang yang menulis demikian:

"Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan.
Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."
Sejak itu tak Ada lagi komentar tentang khotbah

Cerita 2

Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat
Cerdas Dan sering menggoda nenek mereka.
Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada Hari minggu?"
"Tentu!"
"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?"
"Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."
"Lalu apa khotbah dari pastor?"
"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua Dan ingatan nenek melemah. Nenek hanya ingat bahwa IA telah memberikan khotbah
Yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."
Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?" Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu Dan IA duduk disana termenung. Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. Kemudian nenek itu berdiri Dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, Dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur." Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan Dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke Mata air, Dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!"
"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air didalam tas rajutan....!
"Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Tom.
"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."
Maka Tom berlari keluar Dan dalam beberapa menit IA kembali dengan tas yang bertetes-teskan ..
"Lihat,nek," katanya. "Tidak Ada air di dalamnya."
"Benar," katanya. "Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang.
Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."

Cerita 3

KISAH NATAL

Suatu ketika, Ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir.. Dia adalah pria yang baik hati Dan tulus, setia kepada keluarganya Dan bersih kelakuannya terhadap orang lain.
Tetapi IA tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di Hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.
"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja.
"Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "
Pada malam Natal, istri Dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka.
"Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya.
"Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."
Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela Dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu IA kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar.
Beberapa menit kemudian, IA dikejutkan oleh suara ketukan.
Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya.
Ketika IA pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, IA menemukan
Sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin.
Mereka telah terjebak dalam badai salju Dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.
Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu.
Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?
Kemudian IA teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung
Yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya Dan pergi
Ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar Dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk kedalam.
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi IA berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti Dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi IA sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi Dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.
Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari,
Malah menjauhi kandang yang hangat itu.
"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya.
Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang
aman."
Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi.
Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah.
Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya
mengerti," bisiknya dengan terisak.
"Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia."

Saudaraku, sering kita mengalami kejenuhan untuk pergi ke gereja dan merasa tak ada gunanya, semoga cerita di atas ini bisa lebih meneguhkan kita akan pentingnya ke gereja.

Kamis, 17 September 2009

Besarnya Penghargaan

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya, "Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini."

Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana . Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu.

Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing..

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.. Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat "Papan informasi jam perjalanan ".

Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat "Papan informasi jam perjalanan " dan kemudian duduk disalah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya. Bus lain datang. Sekali lagi bus lainnya datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut. Bus berjalan meninggalkan kota , menuju ke pinggiran kota . Si anjing Melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti.. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya.

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging. Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb. Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya. 

Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut, "Apa yang kau lakukan ..? Anjing ini adalah anjing yg jenius. Ia bisa masuk televisi untuk kejeniusannya." 

Pria itu menjawab, "Kau katakan anjing ini pintar ...? Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ..!"

Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan Anda. Sesuatu yang bagi Anda kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain. Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita. Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh. Sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian.

Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama. Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima. Semuanya terpulang pada diri Anda sendiri. Tetapi jangan lupa mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah.

Tuhan telah mengkaruniai Anda dengan 86.400 detik per hari. Sudah adakah yang Anda gunakan untuk mengucap syukur?

Tuhan memberkati

Paku dan Pagar Yang Terluka

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untukmenahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :

"Anakku, kamu sudah berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar."

"Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka."

"Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik."

"Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka."

"Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat."

"Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu."

"Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka."

Sabtu, 12 September 2009

Nice Story

Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik kearah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat.

Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat.
Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah.
Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya. Sesaat setelah Ia duduk; "Mari kita mulai";kataNya. Sang Jaksa berdiri dan berkata, "Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka".
Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain.
Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke pengacara saya pun saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan kesalahan saya yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu ... sayapun merasa kesal dan sedih terhadap pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya. Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik didunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira-kira sebandinglah.
Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata "Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku".
Kemudian tiba giliran pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim. Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar ......
Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.....
Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya "Hallo Ayah" dan berbalik sambil berkata
" Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut... orang ini pantas dihukum !!!".
Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata "Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku".
Tuhanku melanjutkan kalimatNya" Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas kasihlah yang ia perlukan".
Yesus duduk lalu berkata " Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan".
Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata "Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup !!!!".
Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu "Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali".
Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus; "Bapa pernah kah Engkau kalah dalam kasus seperti ini ???".
Yesus tersenyum dan berkata "Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semua telah dibayarkan penuh!!!".
Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik kearah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat.

Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat.
Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah.
Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya.
Sesaat setelah Ia duduk; "Mari kita mulai";kataNya.
Sang Jaksa berdiri dan berkata, "Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka". Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain.

Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke
pengacara saya pun saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan-kesalahan saya yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu ... sayapun merasa kesal dan sedih terhadap pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya.
Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik didunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira-kira sebandinglah.

Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata "Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku".
Kemudian tiba giliran pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim.
Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar ......
Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.....
Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya "Hallo Ayah" dan berbalik sambil berkata
" Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut... orang ini pantas dihukum !!!".
Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata "Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku".

Tuhanku melanjutkan kalimatNya" Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas kasihlah yang ia perlukan".

Yesus duduk lalu berkata " Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan". Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata "Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup !!!!".
Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu "Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali".
Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus; "Bapa pernah kah Engkau kalah dalam kasus seperti ini ???".

Yesus tersenyum dan berkata "Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semua telah dibayarkan penuh!!!".

Jumat, 04 September 2009

Dalam Tangan Siapa???

Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.

Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.

Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.

Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi.

Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.

Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.

Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,

harapan-harapanmu, impian-impianmu,

keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu

dalam tangan Tuhan Yesus Kristus sebab...

segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.



Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.

Apa yang hendak kau lakukan dengannya?

Tergantung ada dalam tangan siapa.

Yesus dan Setan


Baca kalau kamu punya waktu khusus untuk TUHAN

Suatu hari
Satan dan Yesus sedang ngobrol bareng.

Satan baru dikeluarkan dari
Taman Eden, dan ia sedang BT...

'iya, sir, saya baru melihat dunia
dengan banyak manusia d bawah sana . Saya (Satan) memasang perangkap dan menggunakan umpan. Saya yakin mereka 'ga bisa menolaknya. Saya akan mendapatkan mreka smua!

Yesus bertanya 'apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?'.

Satan menjawab 'Oh, saya akan bersenang'! Saya kan mengajar mereka bagaimana untuk menikah dan bercerai dengan sesamanya, bagaimana juga untuk membenci sesamanya, bagaimana untuk mabok, merokok, dan mengutuk. Saya kan mengajar mereka bagaimana cara membuat senjata, bom, dan cara membunuh sesamanya.. Saya benar' akan bersenang!'

Yesus bertanya 'Dan apa yg akan kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mereka?'.

Kata
Satan dengan bangga 'Oh, saya akan bunuh mereka,'

Yesus bertaya 'Berapa harga yang harus dibayar untuk menebus mereka?'

Jawab
Satan 'Oh, Kamu tidak akan menginginkan mereka. Ga ada bagusnya mereka. Lihat, Kamu akan mengambil mereka dan mereka akan membenciMu. Mereka meludahiMu, mengutukMu dan membunuhMu. Kamu tidak akan menginginkan mereka!!'

Yesus bertanya lagi 'Berapa harganya?'

Satan melihat Tuhan dan berkata 'Semua
darah, air mata, dan hidupMu.'

Yesus berkata dengan tegas 'BAIK!'


Lalu Ia membayar harga tersebut.


- Bukankah lucu bagaimana manusia
semudah itu membuang Tuhan dan bertanya kenapa dunia seperti NERAKA?

- Bukankah lucu bagaimana seseorg
berkata 'Saya percaya kepada Yesus'
tapi tetap mengikuti jalan Satan?


- Bukankah lucu bagaimana kamu bisa
memforward ribuan cerita' lucu lewat email dan mereka tersebar dengan sangat cepat, tetapi ketika kamu memforward message tentang Tuhan, kamu berpikir dua kali untuk membagikannya?

- Bukankah lucu bagaimana Saya jadi
tambah kuatir dengan apa yang orang lain pikir dari pada apa yang Tuhan pikir tentang saya?

- Saya berdoa, buat semua yang
memforward message ini, mereka akan diberkati melimpah oleh Tuhan dengan cara yang spesial untuk mereka.
- Dan kirimkan kembali message ini
kepada mreka yang mengirimnya, agar mereka tahu bahwa message ini
telah
tersebar ke banyak orang.

- Dan Jika Kamu Cinta Kepada
Tuhan... Dan, tidak malu kepada smua
perbuatanNya yang ajaib yang telah
diperbuatNya kepadamu..

Senin, 31 Agustus 2009

Novena 1 Menit yuk...


Semuanya datang tanpa diduga.. Luangkan 1 menit saja untuk St. Theresa.

St. Theresa yang rendah hati dan kecil, memasuki biara ketika masih sangat muda dan dia meninggal pada umur 24 tahun. Satu-satunya harapan hidupnya adalah ingin menyenangkan hati Allah. Maka dia memohon kepada Tuhan agar pada saat kematiannya akan ada hujan mawar di seluruh dunia sebagai hadiah untuk mereka yang berdoa.
St. Theresa sangat diurapi karena Dia mengirim bunga mawar segar.

Novena ini tak pernah gagal dan Anda hanya perlu memiliki sebuah Harapan sebelum membaca puisi di bawah ini. Tidak kurang, tidak lebih. Ingat, doa ini sangat berkuasa. Kirimkan ke tujuh orang dan nantikan mukjizat pada hari ke-empat. Jangan putuskan pesan berantai ini karena doa ini merupakan salah satu hadiah luar biasa yang pernah kita terima. Meski tidak perlu biaya, Anda akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.

Sebelum membaca puisi berikut, ucapkanlah harapan Anda dengan sungguh-sungguh:

" Hari ini akan kau temukan kedamaian dalam dirimu, dan
percayalah dengan sepenuh hati bahwa engkau berada di tempat yang sudah direncanakan.
Jangan pernah melupakan kemungkinan-kemungkinan tak terbatas yang muncul dari imanmu.
Gunakan anugerah yang telah engkau terima dan
banyaklah berbuat kasih agar engkau beroleh kepuasan bahwa engkau adalah anak Allah.
Biarkan anugerah ini mengalir dalam tulangmu dan
membuat jiwamu bebas bersenandung, menari dan dihangatkan oleh
matahari yang selalu ada untuk kita semua."

Kisah Sederhana


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup -karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita
merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.
Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam
dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Tersenyumlah
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan,maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.

'Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini ! INGAT Ya... SAAT INI

MAKA
BERBAHAGIA..... LAH
BERGEMBIRA..... LAH
Dan NIKMATILAH HIDUP INI...........

Jumat, 28 Agustus 2009

Jangan Menangis Mama

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar

operasi .

Dia bertanya dengan penuh harapan:

Bagaimana anakku?

Apakah dia dapat disembuhkan?

Kapan saya boleh menemuinya?

Dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi

sayangnya anak ibu tidak tertolong"

Bu Sally bertanya dengan hati remuk, "Mengapa anakku yang tidak berdosa

bisa terkena kanker?

Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?

Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? "

Dokter bedah bertanya, "Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama

beberapa waktu?

Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke

universitas. "

Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan mengucapkan

selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap

rambut anaknya yang hitam itu.

"Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?" perawat

itu bertanya.

Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya di

dalam kantung plastik untuk disimpan.

Ibu Sally berkata, Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk

diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia

dapat menolong orang lain yang memerlukan..

"Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy menjawab, 'Ma, saya kan sudah

tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat

membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.. "

Bu Sally terus bercerita, "Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu

memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa

melakukannya. "

Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama

enam bulan di sana untuk merawat Jimmy...

Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya. Perjalanan pulang

sungguh sulit baginya. Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang

terasa kosong.

Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi

segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya..

Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik prib adi Jimmy,

anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu.

Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan membenamkan

wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur. Di sekitar tengah

malam, bu Sally terjaga. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat

yang terlipat.

Surat itu berbunyi:

"Mama tercinta,

Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu

ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa

mengatakan 'Aku sayang mama'.

Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu

ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba,

jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak

apa-apa ma .

Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku. Tetapi jika mama

memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang

dilakukan oleh kami, anak lelaki..

Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh

anak perempuan. Jangan sedih karena memikirkan aku ma. Tempat aku berada

sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai

di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah. Tapi perlu

waktu lama untuk melihat segalanya di sana .

Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. Tapi saya senang

melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak

terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku

melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku

menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terj adi ? Aku boleh duduk di

pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang

sangat penting.

Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama

untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain. Namun aku

sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan- Nya. Tapi mama tahu,

Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis

surat ini kepada mama.

Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma.

Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya 'Di

mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?' Allah mengatakan Dia berada

bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib.

Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak.

Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis

selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai

kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan

pensil Bapa yang aku pinjam.

Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku

Kehidupan.. Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam

perjamuan-Nya. Aku yakin makanannya akan lezat sekali..

Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi.

Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan

merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan.

Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk

menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman

istimewa! Bagaimana ma?