Senin, 31 Agustus 2009

Novena 1 Menit yuk...


Semuanya datang tanpa diduga.. Luangkan 1 menit saja untuk St. Theresa.

St. Theresa yang rendah hati dan kecil, memasuki biara ketika masih sangat muda dan dia meninggal pada umur 24 tahun. Satu-satunya harapan hidupnya adalah ingin menyenangkan hati Allah. Maka dia memohon kepada Tuhan agar pada saat kematiannya akan ada hujan mawar di seluruh dunia sebagai hadiah untuk mereka yang berdoa.
St. Theresa sangat diurapi karena Dia mengirim bunga mawar segar.

Novena ini tak pernah gagal dan Anda hanya perlu memiliki sebuah Harapan sebelum membaca puisi di bawah ini. Tidak kurang, tidak lebih. Ingat, doa ini sangat berkuasa. Kirimkan ke tujuh orang dan nantikan mukjizat pada hari ke-empat. Jangan putuskan pesan berantai ini karena doa ini merupakan salah satu hadiah luar biasa yang pernah kita terima. Meski tidak perlu biaya, Anda akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.

Sebelum membaca puisi berikut, ucapkanlah harapan Anda dengan sungguh-sungguh:

" Hari ini akan kau temukan kedamaian dalam dirimu, dan
percayalah dengan sepenuh hati bahwa engkau berada di tempat yang sudah direncanakan.
Jangan pernah melupakan kemungkinan-kemungkinan tak terbatas yang muncul dari imanmu.
Gunakan anugerah yang telah engkau terima dan
banyaklah berbuat kasih agar engkau beroleh kepuasan bahwa engkau adalah anak Allah.
Biarkan anugerah ini mengalir dalam tulangmu dan
membuat jiwamu bebas bersenandung, menari dan dihangatkan oleh
matahari yang selalu ada untuk kita semua."

Kisah Sederhana


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup -karena berbahaya);jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita
merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.
Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam
dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Tersenyumlah
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan,maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.

'Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini ! INGAT Ya... SAAT INI

MAKA
BERBAHAGIA..... LAH
BERGEMBIRA..... LAH
Dan NIKMATILAH HIDUP INI...........

Jumat, 28 Agustus 2009

Jangan Menangis Mama

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar

operasi .

Dia bertanya dengan penuh harapan:

Bagaimana anakku?

Apakah dia dapat disembuhkan?

Kapan saya boleh menemuinya?

Dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi

sayangnya anak ibu tidak tertolong"

Bu Sally bertanya dengan hati remuk, "Mengapa anakku yang tidak berdosa

bisa terkena kanker?

Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?

Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? "

Dokter bedah bertanya, "Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama

beberapa waktu?

Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke

universitas. "

Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan mengucapkan

selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap

rambut anaknya yang hitam itu.

"Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?" perawat

itu bertanya.

Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya di

dalam kantung plastik untuk disimpan.

Ibu Sally berkata, Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk

diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia

dapat menolong orang lain yang memerlukan..

"Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy menjawab, 'Ma, saya kan sudah

tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat

membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.. "

Bu Sally terus bercerita, "Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu

memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa

melakukannya. "

Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama

enam bulan di sana untuk merawat Jimmy...

Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya. Perjalanan pulang

sungguh sulit baginya. Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang

terasa kosong.

Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi

segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya..

Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik prib adi Jimmy,

anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu.

Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan membenamkan

wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur. Di sekitar tengah

malam, bu Sally terjaga. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat

yang terlipat.

Surat itu berbunyi:

"Mama tercinta,

Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu

ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa

mengatakan 'Aku sayang mama'.

Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu

ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba,

jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak

apa-apa ma .

Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku. Tetapi jika mama

memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang

dilakukan oleh kami, anak lelaki..

Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh

anak perempuan. Jangan sedih karena memikirkan aku ma. Tempat aku berada

sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai

di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah. Tapi perlu

waktu lama untuk melihat segalanya di sana .

Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. Tapi saya senang

melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak

terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku

melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku

menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terj adi ? Aku boleh duduk di

pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang

sangat penting.

Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama

untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain. Namun aku

sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan- Nya. Tapi mama tahu,

Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis

surat ini kepada mama.

Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma.

Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya 'Di

mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?' Allah mengatakan Dia berada

bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib.

Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak.

Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis

selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai

kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan

pensil Bapa yang aku pinjam.

Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku

Kehidupan.. Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam

perjamuan-Nya. Aku yakin makanannya akan lezat sekali..

Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi.

Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan

merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan.

Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk

menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman

istimewa! Bagaimana ma?

Selasa, 18 Agustus 2009

I Love U Mom's

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak
yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.



Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si
anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: "Telah Dibayar" .

Jika kamu menyayangi ibumu,"FORWARD" lah
Email ini kepada sahabat-sahabat anda.

1 orang :Kamu tidak sayang ibumu
2-4 orang :Kamu sayang ibumu
5-9 orang :Bagus! Ternyata Kamu Sayang juga Kepada
Ibumu
10/lebih : Waahhhh.....Kamu akan disayangi Ibumu
dan juga semua orang...

APAKAH KAMU SAYANG ORANGTUAMU????
KARENA ORANGTUAMU SELALU MENYAYANGIMU.

Saat2 yang indah

Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat !


Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka...tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu lain, yang telah terbuka bagi kita.


Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.
Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum.
............ Sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang.
Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum.

Angankan apa yang engkau ingin angankan...
Pergilah kemana engkau ingin pergi...
Jadilah seperti yang engkau kehendaki.
Sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.


SmileSemoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum.
Cukup pencobaan untuk membuatmu kuat.
Cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi.
Dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.


Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu.
Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.
Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu.
Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.


Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.
Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah s aat-saat yang indah ..
HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAPAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT-SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA.


Kirimkan pesan ini :
*. kepada mereka yang berarti bagimu (aku baru saja melakukannya)...
*. kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara...
*. kepada mereka yang membuatmu tersenyum ketika engkau sungguh membutuhkannya...
*. kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh....
*. kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai...
*. kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Hati Nurani Kang Je

Hari ini, aku janjian dengan Kang Je untuk menikmati alam bersama.
Semalam, Ia sudah bilang akan membangunkan aku pagi ini melalui kicau burung dan sedikit suara orang-orang yang sudah harus berkegiatan sejak subuh. Jadi, meski di hari-hari biasa aku tak menggubris hal-hal kecil itu, sebab lebih enak tetap mendekam dalam hangatnya selimut, kali ini kuyakinkan diri untuk bangkit dan memenuhi janji.
Dan, senyum ku pun menghias mulut sedikit menutup mata yang masih separuh enggan menatap semua.

“Pagi, Kang… Sudah lama menunggu?” sapaku setelah tahu Ia sudah berdiri di depan rumah.
Senyum itu seperti pagi yang merekah cerah. Tidak ada kesan malas atau enggan meneruskan apa yang akan dilakukan hari ini. Segar sekali.
Aku jadi sedikit malu dengan kondisiku yang berbeda denganNya itu.
“Pagi, anakKu… Masih mengantuk?” tanyaNya, mengetahui isi hatiku.
Kepalaku mengangguk.
Kang Je menarik tanganku lalu digenggam erat. Persis seperti anak kecil yang akan dituntun oleh Bapaknya.. Memberi kehangatan tersendiri.
“Kita nikmati pagi ini dengan segala ceritanya yaaa…”
Kali ini aku mengangguk. Kubiarkan aku dituntun seperti ini.
Rasanya senang sekali… Seperti kembali ke masa kecil…

Matahari yang harus bertugas hari ini nampaknya masih malu menunjukkan diri.
Di atas awan masih tersisa kelam malam. Angin nan berhembus pun sesekali masih terasa menyentuh kulit ari. Dingin.
Sesaat mata kulihat setetes air jernih menyentuh daun hijau di hadapanku membuat warna hijaunya semakin indah dan menyegarkan. Senyumku terkulas begitu memandangnya.
Pagi ini terasa segar.

“Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi (Kej. 1:11),” gumam Kang Je. Kepalaku mengangguk-angguk.

Ketika langkah kaki kami baru beberapa langkah, mataku melihat seorang tukang sampah sedang mengorek dan mengangkat sampah yang ada di sana.
Wajahnya keras, tergambar betapa berupayanya ia untuk meneruskan hidup, baik buatnya sendiri maupun keluarga. Tapi, dalam wajah keras itu, aku tak menemukan guratan marah, kecewa atau mengeluh. Bapak itu benar-benar menjalani pekerjaannya dengan sukacita.
“Itulah caranya menunjukkan kepada BapaKu atas hidup yang telah diberi. Bukan urusan jenis pekerjaannya, tetapi bagaimana ia menerima pekerjaan itu dan menjalaninya dengan penuh sukacita. Di sana berkat BapaKu akan selalu menyertai…”

Aku masih memerhatikan Bapak tukang sampah itu.
Sungguh.
Syukur atas hidup begitu memancar diantara kondisi sampah yang mungkin kotor dan menjijikan, tetapi dengan kesadaran penuh harus ia angkat serta bersihkan sehingga orang lain terhindar dari penyakit, juga lingkungan terlihat bersih.

Tanganku masih erat tergenggam erat Kang Je.
Langkah-langkah kaki kami pun semakin banyak menikmati pagi.
Sesekali Ia menerangkan tentang apa saja yang kami lewati. Kesegaran pagi jadi lebih terasa.
Dan, tanpa kusadari kekaguman atas segala ciptaanNya ini begitu menyeruak, berbuah-buah seolah tak ada habisnya. Sekian lama aku tak merasakan hal ini.
Entah mengapa, kekaguman ini berubah menjadi sebentuk energi yang menyemangatiku untuk meneruskan hari-hari. Langkah kaki kurasa ringan, tidak lagi berat.
Semangat ini seperti terbaca mentari, karena berbarengan dengan itu, kulit ariku merasakan ada sentuhan hangat khas darinya. Kuangkat kepalaku ke atas, kusaksikan matahari sudah mulai tersembul biar belum 100% terpancar sinar kuatnya.

“Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setiaNya (1 Taw. 16:34).” Kang Je mendadak langsung memuji. Sebentar tanganNya terlepas dari genggamanku lalu terbentang sembari mulutNya mengucap doa.
Kutundukkan kepala sebagai tanda ikut bersyukur kepadaNya.

Begitu selesai, kembali Kang Je mengambil tanganku lalu digenggam erat.
Dituntunnya aku untuk terus menikmati pagi ini.
Kali ini Ia hendak mengajakku ke arah seberang. Bagian sana memang belum kami telusuri sejak tadi. Maka kami pun hendak menyeberang.
Belum sempat kaki melangkah lebih jauh, mendadak sebuah sepeda motor dengan kencang melaju tepat di hadapan kami.. Tanpa klakson, tanpa ada tanda-tanda lain sehingga membuatku kaget sekali..
Werrrr…..
“Sialan!! Pagi-pagi sudah cari masalah nih…,” umpatku spontan. Mukaku berubah garang.

“Jaga mulut dan apa yang keluar dari dirimu, anakKu. Bukankah semangat pagi tadi sudah memberimu sesuatu yang luar biasa?” Kang Je bergeleng-geleng melihat tindakanku barusan.
“Habis, orang itu seenaknya sih, Kang… Emang jalanan ini punya dia, apa?”
Senyum tipis terkias dari mulut Kang Je. Rasanya ia mengerti dengan kekesalanku.
“Hendaknya kamu hidup dengan baik bersama sesamamu. Juga karena kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan – maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah – oleh kebangkitan Yesus Kristus* (1 Pet. 3:21).”

Tertegun aku kesekian kali.
Mulut tak lagi bisa sembarang mengucap.
Ada yang kembali menyeruak.

Kang Je melepas tanganku lagi. Ditepuk-tepuknya punggungku. “Ketika segala sesuatu: pekerjaan, tingkah laku, perkataan, perbuatan sehari-hari dilakukan dengan hari nurani, niscaya kamu akan mendapatkan energi indah dan luar biasa yang seperti tadi telah kau rasakan. Taka kan ada keluhan, umpatan atau kemarahan memenuhi diri. Aku telah mencontonkannya padamu. Dan, setelahnya tiada lain yang bisa kau lakukan selain ucap syukur kepada BapaKu yang sudah memberimu segala keagungan hidup ini.”

Mataku mengatup.
Hatiku berusaha menyatukan apa yang telah kualami dengan apa yang kudapat barusan dari Kang Je.
Segala hal ini menguatkan jiwa dan ragaku untuk selalu berusaha ingat atas karunia tak terkata ini. Bahkan burung yang tadi membangunkanku pun, saat ini seperti menyanyikan senandng akan bentuk hidup tak terkira yang telah Ia berikan.

“Teruskan hidup dan harimu anakKu… Di dalam hati nurani yang tulus ada banyak berkatKu bagi hidupmu selanjutnya…”

Ya, Kang Je…
Terima kasih untuk hidupku yang indah ini.

* diambil dari kutipan bacaan kedua, Pekan I Prapaskah, 1 Maret 2009
(setelah pulang dari raker, garut 28 Feb – 1 Mrt)

Mom's

Mama melahirkan kita sambil menangis kesakitan.
Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?

Mama tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.
menangis saat anda sakit,

Di saat mamamu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka lg untuk selamanya.. tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita dengarkan.. bayangkan mamamu sudah tiada.. apakah kamu sudah cukup membahagiakannya. . apakah kamu pernah berfikir bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam kandungannya…

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:

1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap

SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi MAMA, tetapi…
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita.

Mama bukan tempat penititipan cucunya disaat anda sedang asyik jalan jalan,

tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan adalah perhatian anda , datang & hampiri dia , bertanyalah bagaimana kesehatannya saat in,i dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu saja…. mgkn itu sdh bisa membuat beliau bahagia…… dan melupakan semua hutang anda kepadanya..

"katakan padanya kalo anda mencintainya,SEKARANG!! bkn nt atw besok...sebelum semuanya terlambat,dan anda sdh tak mgkn lg dpt berjumpa dengannya"

Filosofi Angsa

Filosofi Angsa Kalau anda tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V"(jangan omes ya!). Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".
  • Fakta 1: Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian. Pelajaran: Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain..
  • Fakta 2: Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan burung di depannya.Pelajaran: Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama.
  • Fakta 3: Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya. Pelajaran: Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.
  • Fakta 4: Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga. Pelajaran: Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.
  • Fakta 5: Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka. Pelajaran: Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama seperti ketika segalanya baik.

Semuanya indah

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar operasi.
Dia bertanya dengan penuh harapan:
“Bagaimana anakku? Apakah dia dapat disembuhkan?
Kapan saya boleh menemuinya?”
Dokter bedah menjawab,
“Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak tertolong”
Bu Sally bertanya dengan hati remuk,
“Mengapa anakku yang tidak berdosa bisa terkena kanker?
Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?
Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? ”
Dokter bedah bertanya,
“Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama beberapa waktu?
Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas. ”
Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya.
Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya yang hitam itu.
“Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?”
perawat itu bertanya.
Bu Sally mengangguk.
Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya di dalam kantung plastik untuk disimpan.
Ibu Sally berkata,
“Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk diteliti di Universitas.
Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat menolong orang lain yang memerlukan.
Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy menjawab,
"Ma, sayakan sudah tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti.
Mungkin tubuhku dapat membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.”
Bu Sally terus bercerita,
“Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. ”
Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama enam bulan di sana untuk merawat Jimmy.
Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya.
Perjalanan pulang sungguh sulit baginya.
Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong.
Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya.
Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu.
Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur.
Dengan membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur.
Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga.
Di samping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat.
Surat itu berbunyi:
“Mama tercinta, Saya tahu mama akan kehilangan saya;
tetapi saya akan selalu mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu
walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan ‘Aku sayang mama’.
Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu ma.
Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi.
Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma..
Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku.
Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki.
Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh anak perempuan.
Jangan sedih karena memikirkan aku ma.
Tempat aku berada sekarang begitu indah.
Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah.
Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya di sana .
Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin.
Tapi saya senang melihatnya terbang.
Dan apa mama tahu apa yang kulihat?
Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia.
Tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus.
Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa!
Tebak ma apa yang terjadi?
Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting.
Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain.
Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan- Nya.
Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada mama tersayang.
Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma.
Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya
‘Di mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?’
Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib.
Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak.
Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri.
Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong.
Luar biasakan ma?
Sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku pinjam..
Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku Kehidupan.
Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya.
Aku yakin makanannya akan lezat sekali.
Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma.
Aku sudah tidak kesakitan lagi.
Penyakit kanker itu sudah hilang.
Aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan.
Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk menjemputku.
Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa!
Bagaimana ma?
Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus & aku. ”

Kita tdk akan pernah tau untuk apa yang akan terjadi... smua terasa begitu cepat dan yang terjadi kita akan selalu menyesal dengan banyak hal yg belum kita kerjakan..
apakah itu karier, materi atau cinta???
tp akankah kita pernah merasa menyesal utk sedikitnya waktu yg kt punya utk Tuhan???

heninglah sebentar dan rasakan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup anda agar anda melaksanakan perbuatan yang dikehendaki oleh Bapa “Ketika anda jatuh, Tuhan akan membangkitkan anda.”
“~Tuhan memberkati anda ~”

Jumat, 14 Agustus 2009

Chatting dengan Tuhan

Connecting to Heaven & Earth Messenger...

Sign in.....

TUHAN : Kamu memanggilKu?

AKU : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.

TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?". Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU : Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out...

Never regret a day in your life.
Good days give you happiness;
Bad days give you experiences;
Both are essential to life

Benang Ruwet

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku
sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke
atas dan bertanya, apa yang ia lakukan.
Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi
aku memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang
ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, "Anakku,
lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti
setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu
dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas".

Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut
menurut pandanganku.

Beberapa saat kemudian aku mendengar
suara ibu memanggil, "Anakku, mari
kesini dan duduklah di pangkuan ibu".

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan
kagum melihat bunga-bunga yang indah,
dengan latar belakang pemandangan
matahari yang sedang terbit, sungguh
indah sekali. Aku hampir tidak percaya
melihatnya, karena dari bawah yang aku
lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari
bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di
atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya
mengikutinya. Sekarang, dengan
melihatnya dari atas engkau dapat
melihat keindahan dari apa yang ibu
lakukan".

Sering selama bertahun-tahun, kita
melihat ke atas dan bertanya kepada
Allah Bapa, "Bapa, apa yang Engkau
lakukan?".

..~Benang yang Ruwet~..

Ia menjawab, "Aku sedang menyulam
kehidupanmu" .

Dan aku membantah, "Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya
banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?".

Kemudian Bapa menjawab, "Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga
menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu
ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu
dan kamu akan melihat rencanaKu yang
indah dari sisiKu".

Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman
Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk
memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan". (Yer 29 : 11)

Tuhan Tahu

Semua ada waktunya.... . ; Semua indah pada waktunya.....

TUHAN tak akan terlambat... .. ; Juga tak akan lebih cepat......


TUHAN TAHU

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan !

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu..

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur..
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban.. .
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi....
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap... TUHAN TAHU

***

Kamis, 13 Agustus 2009

If We Having 4 wifes

Dahulu kala...
Ada
seorang raja yang mempunyai 4 isteri.









Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.


Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.


Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ke dua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.


Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.


Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.


Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, "Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri".

Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, "Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?"


"Tidak akan!" balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.


Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, "Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?"


"Tidak!" sahut sang isteri. "Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!"


Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.


Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, " Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?"


"Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!" jawab isteri keduanya. "Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu."


Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.


Tiba-tiba, sebuah suara berkata:

"Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi." Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku m asih punya banyak kesempatan!"


Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai '4 isteri' dalam hidup kita....

'Isteri keempat' kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.


Kemudian 'Isteri ketiga' kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita.
Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.


Sedangkan 'isteri kedua' kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.


Dan akhirnya 'isteri pertama' kita adalah jiwa, roh, iman kita,

yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu.
Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.


Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang!
Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.


Let it Shine!