Minggu, 27 September 2009

"Cukup Itu Berapa?"

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.
Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang
tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si
petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang
emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas
berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember
untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh,
dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi
semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih
kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum
cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani
itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah
bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata
"cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan
sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah
target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti
berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,
bukan apa yang belum kita dapatkan.
Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit
berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri
kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup"


Mengapa kita perlu ke Gereja?!?

Mungkin kita sudah pernah mendengar cerita-cerita ini sebelumnya. Semoga ini mengingatkan kita kembali.

Cerita 1


Seorang Katolik menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar Dan mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja setiap minggu.
Tulisnya, "saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun Dan selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup saya tidak bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah
Memboroskan begitu banyak waktu demikian pun para pastor itu telah memboroskan waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."
Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca.
Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya Ada seseorang yang menulis demikian:

"Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak 32.000 jenis masakan.
Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya, maka saya sudah lama meninggal."
Sejak itu tak Ada lagi komentar tentang khotbah

Cerita 2

Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah. Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat
Cerdas Dan sering menggoda nenek mereka.
Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek masih pergi ke gereja pada Hari minggu?"
"Tentu!"
"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami tentang Injil minggu lalu..?"
"Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya ingat bahwa nenek menyukainya."
"Lalu apa khotbah dari pastor?"
"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua Dan ingatan nenek melemah. Nenek hanya ingat bahwa IA telah memberikan khotbah
Yang memberi kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."
Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek tidak mendapatkan sesuatu dariNya?" Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu Dan IA duduk disana termenung. Dan anak-anak lain tampak menjadi malu. Kemudian nenek itu berdiri Dan keluar dari ruangan tempat mereka semua duduk, Dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur." Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan Dan memberikannya kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke Mata air, Dan isilah dengan air, lalu bawa kemari!"
"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air didalam tas rajutan....!
"Nek, apa ini bukan lelucon?" tanya Tom.
"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin memperlihatkan kepadamu sesuatu."
Maka Tom berlari keluar Dan dalam beberapa menit IA kembali dengan tas yang bertetes-teskan ..
"Lihat,nek," katanya. "Tidak Ada air di dalamnya."
"Benar," katanya. "Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang.
Anak-anak, tidak pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun kamu tidak mengetahuinya."

Cerita 3

KISAH NATAL

Suatu ketika, Ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir.. Dia adalah pria yang baik hati Dan tulus, setia kepada keluarganya Dan bersih kelakuannya terhadap orang lain.
Tetapi IA tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di Hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.
"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja.
"Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "
Pada malam Natal, istri Dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka.
"Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya.
"Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."
Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela Dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu IA kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar.
Beberapa menit kemudian, IA dikejutkan oleh suara ketukan.
Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya.
Ketika IA pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, IA menemukan
Sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin.
Mereka telah terjebak dalam badai salju Dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.
Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu.
Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?
Kemudian IA teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung
Yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya Dan pergi
Ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar Dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk kedalam.
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi IA berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti Dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi IA sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi Dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju.
Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari,
Malah menjauhi kandang yang hangat itu.
"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya.
Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang
aman."
Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi.
Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah.
Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan berkata, "Sekarang saya
mengerti," bisiknya dengan terisak.
"Sekarang saya mengerti mengapa KAU mau menjadi manusia."

Saudaraku, sering kita mengalami kejenuhan untuk pergi ke gereja dan merasa tak ada gunanya, semoga cerita di atas ini bisa lebih meneguhkan kita akan pentingnya ke gereja.

Kamis, 17 September 2009

Besarnya Penghargaan

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya, "Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini."

Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana . Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu.

Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing..

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.. Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat "Papan informasi jam perjalanan ".

Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat "Papan informasi jam perjalanan " dan kemudian duduk disalah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya. Bus lain datang. Sekali lagi bus lainnya datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut. Bus berjalan meninggalkan kota , menuju ke pinggiran kota . Si anjing Melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti.. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya.

Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging. Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb. Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya. 

Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut, "Apa yang kau lakukan ..? Anjing ini adalah anjing yg jenius. Ia bisa masuk televisi untuk kejeniusannya." 

Pria itu menjawab, "Kau katakan anjing ini pintar ...? Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ..!"

Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan Anda. Sesuatu yang bagi Anda kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain. Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita. Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh. Sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian.

Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama. Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima. Semuanya terpulang pada diri Anda sendiri. Tetapi jangan lupa mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah.

Tuhan telah mengkaruniai Anda dengan 86.400 detik per hari. Sudah adakah yang Anda gunakan untuk mengucap syukur?

Tuhan memberkati

Paku dan Pagar Yang Terluka

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untukmenahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :

"Anakku, kamu sudah berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar."

"Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka."

"Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik."

"Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka."

"Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat."

"Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu."

"Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka."

Sabtu, 12 September 2009

Nice Story

Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik kearah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat.

Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat.
Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah.
Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya. Sesaat setelah Ia duduk; "Mari kita mulai";kataNya. Sang Jaksa berdiri dan berkata, "Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka".
Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain.
Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke pengacara saya pun saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan kesalahan saya yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu ... sayapun merasa kesal dan sedih terhadap pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya. Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik didunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira-kira sebandinglah.
Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata "Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku".
Kemudian tiba giliran pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim. Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar ......
Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.....
Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya "Hallo Ayah" dan berbalik sambil berkata
" Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut... orang ini pantas dihukum !!!".
Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata "Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku".
Tuhanku melanjutkan kalimatNya" Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas kasihlah yang ia perlukan".
Yesus duduk lalu berkata " Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan".
Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata "Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup !!!!".
Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu "Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali".
Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus; "Bapa pernah kah Engkau kalah dalam kasus seperti ini ???".
Yesus tersenyum dan berkata "Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semua telah dibayarkan penuh!!!".
Saat saya melihat sang Jaksa, dia melirik kearah saya dan tersenyum licik, menurut saya dia adalah orang tersadis yang pernah saya lihat.

Saya duduk dan menoleh ke sebelah saya dan di sana duduk pengacara saya, seorang yang lembut yang sepertinya pernah saya lihat.
Pintu di sudut ruangan terbuka dan keluarlah Hakim dengan pakaian berjubah.
Dia menjadikan mata saya terfokus padanya begitu besar kharismanya.
Sesaat setelah Ia duduk; "Mari kita mulai";kataNya.
Sang Jaksa berdiri dan berkata, "Saya bernama Satan dan saya berada di sini untuk menunjukkan mengapa terdakwa ini adalah milik dunia saya yaitu neraka". Dia meneruskan perkataannya dengan mengatakan semua kebohongan yang pernah saya katakan; barang yang saya curi di masa dulu; dan saat saya menipu orang lain.

Saya begitu malu sampai sampai saya tidak mampu untuk mengangkat kepala saya, melihat ke
pengacara saya pun saya malu. Satan terus mengatakan kesalahan-kesalahan saya yang kebanyakan sudah tidak saya ingat. Saat Satan mengatakan semuanya itu ... sayapun merasa kesal dan sedih terhadap pengacara saya yang hanya diam dan tidak mencoba membela saya.
Saya berpikir memang semua itu benar tapi tidak sedikit juga saya berbuat baik didunia semasa saya hidup dan saya pikir semua itu bisa dibandingkan dengan kesalahan saya tersebut ya kira-kira sebandinglah.

Satan selesai dengan nafas menggebu dan berkata "Orang ini milik neraka, dia bersalah atas semua yang saya katakan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya dariku".
Kemudian tiba giliran pengacara saya, pertama Dia minta untuk diijinkan menghampiri sang Hakim.
Hakim mengijinkan walau sempat disanggah oleh sang Satan. Saat pengacara saya berdiri dan mulai menghampiri sang Hakim; saat dapat melihat Dia secara utuh penuh dengan kemuliaanNya. Saat itu saya baru tersadar mengapa Dia kelihatan begitu familiar ......
Dia adalah Yesus, Tuhan dan Rajaku.....
Dia berhenti pada meja Hakim dan berbisik padanya "Hallo Ayah" dan berbalik sambil berkata
" Semua yang Satan katakan adalah benar bahwa orang ini telah berdosa, Saya tidak akan menyanggah argument tadi. Dan benar upah dosa adalah maut... orang ini pantas dihukum !!!".
Yesus menarik nafas dalam-dalam dan berbalik menatap Hakim dan berkata "Tetapi, saya telah mati di kayu salib sehingga orang ini beroleh hidup yang kekal dan dia telah menerima saya sebagai penyelamatnya, jadi dia adalah milik-Ku".

Tuhanku melanjutkan kalimatNya" Namanya tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak ada satu orangpun yang dapat mengambilnya daripadaKu. Satan masih saja tidak mengerti, orang ini tidak memerlukan keadilan, melainkan belas kasihlah yang ia perlukan".

Yesus duduk lalu berkata " Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan semuanya telah Aku selesaikan". Sang Hakim lalu mengangkat palunya dan Blammmmmm; lalu terdengar Dia berkata "Orang ini bebas dari segala tuduhan karena ia telah di bayarkan penuh, kasus ditutup !!!!".
Saat Yesus menggandeng tangan saya, sempat terdengar Satan menggerutu "Saya tidak akan berhenti, saya akan menang lain kali".
Lalu saya memberanikan diri bertanya pada Yesus; "Bapa pernah kah Engkau kalah dalam kasus seperti ini ???".

Yesus tersenyum dan berkata "Semua yang datang kepadaKu dan minta Aku untuk mewakili mereka telah menerima hasil yang sama seperti kasusmu ini.... semua telah dibayarkan penuh!!!".

Jumat, 04 September 2009

Dalam Tangan Siapa???

Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.

Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.

Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.

Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Lima roti dan dua ikan dalam tanganku menjadi beberapa potong roti isi.

Lima roti dan dua ikan dalam tangan Yesus memberi makan ribuan orang.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Paku-paku dalam tanganku menghasilkan sangkar burung.

Paku-paku dalam tangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi segenap umat manusia.

Tergantung ada dalam tangan siapa.


Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.

Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,

harapan-harapanmu, impian-impianmu,

keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu

dalam tangan Tuhan Yesus Kristus sebab...

segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.



Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.

Apa yang hendak kau lakukan dengannya?

Tergantung ada dalam tangan siapa.

Yesus dan Setan


Baca kalau kamu punya waktu khusus untuk TUHAN

Suatu hari
Satan dan Yesus sedang ngobrol bareng.

Satan baru dikeluarkan dari
Taman Eden, dan ia sedang BT...

'iya, sir, saya baru melihat dunia
dengan banyak manusia d bawah sana . Saya (Satan) memasang perangkap dan menggunakan umpan. Saya yakin mereka 'ga bisa menolaknya. Saya akan mendapatkan mreka smua!

Yesus bertanya 'apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?'.

Satan menjawab 'Oh, saya akan bersenang'! Saya kan mengajar mereka bagaimana untuk menikah dan bercerai dengan sesamanya, bagaimana juga untuk membenci sesamanya, bagaimana untuk mabok, merokok, dan mengutuk. Saya kan mengajar mereka bagaimana cara membuat senjata, bom, dan cara membunuh sesamanya.. Saya benar' akan bersenang!'

Yesus bertanya 'Dan apa yg akan kamu lakukan ketika semua itu telah kamu ajarkan kepada mereka?'.

Kata
Satan dengan bangga 'Oh, saya akan bunuh mereka,'

Yesus bertaya 'Berapa harga yang harus dibayar untuk menebus mereka?'

Jawab
Satan 'Oh, Kamu tidak akan menginginkan mereka. Ga ada bagusnya mereka. Lihat, Kamu akan mengambil mereka dan mereka akan membenciMu. Mereka meludahiMu, mengutukMu dan membunuhMu. Kamu tidak akan menginginkan mereka!!'

Yesus bertanya lagi 'Berapa harganya?'

Satan melihat Tuhan dan berkata 'Semua
darah, air mata, dan hidupMu.'

Yesus berkata dengan tegas 'BAIK!'


Lalu Ia membayar harga tersebut.


- Bukankah lucu bagaimana manusia
semudah itu membuang Tuhan dan bertanya kenapa dunia seperti NERAKA?

- Bukankah lucu bagaimana seseorg
berkata 'Saya percaya kepada Yesus'
tapi tetap mengikuti jalan Satan?


- Bukankah lucu bagaimana kamu bisa
memforward ribuan cerita' lucu lewat email dan mereka tersebar dengan sangat cepat, tetapi ketika kamu memforward message tentang Tuhan, kamu berpikir dua kali untuk membagikannya?

- Bukankah lucu bagaimana Saya jadi
tambah kuatir dengan apa yang orang lain pikir dari pada apa yang Tuhan pikir tentang saya?

- Saya berdoa, buat semua yang
memforward message ini, mereka akan diberkati melimpah oleh Tuhan dengan cara yang spesial untuk mereka.
- Dan kirimkan kembali message ini
kepada mreka yang mengirimnya, agar mereka tahu bahwa message ini
telah
tersebar ke banyak orang.

- Dan Jika Kamu Cinta Kepada
Tuhan... Dan, tidak malu kepada smua
perbuatanNya yang ajaib yang telah
diperbuatNya kepadamu..