Senin, 19 Desember 2011

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Ia tahu bahwa hidup harus diterima dengan penerimaan yang indah.

Ia tahu bahwa hidup harus dimengerti dengan pengertian yang tulus & Ia tahu bahwa hidup harus dipahami dengan pemahaman yang benar,

Tak peduli lewat apa semua itu terjadi,tak masalah meski lewat kejadian sedih & menyakitkan,karna segala sesuatu akan indah pada waktunya,disaat yang tak terduga & diwaktu yang tak dinanti...

Terpaan apapun yang terjadi pada kita janganlah menyalahkan apa yang menjadi penyebabnya tetapi syukurilah apa yang akan menjadi hikmah dibalik kesemuanya itu...

Senin, 05 Desember 2011

Seberapa lama kamu akan dikekang?

Seorang anak laki-laki diberi sebuah ketapel untuk bermain di hutan tapi tidak pernah bisa mengenai sasaran. Akhirnya dia pulang untuk makan malam. Ketika pulang dia melihat bebek peliharaan neneknya.Secara reflek, dia menggunakan katapel tersebut, mengenai bebek itu tepat di kepala dan mati. Dia sangat kaget dan panik, dia menyembunyikan bangkai bebek di tonggak batas hutan; hanya saudara perempuannya, Sally melihat semuanya,...

Keesokan harinya setelah makan siang, neneknya berkata kepada Sally,
'Sally,tolong cucikan piring'.
Tapi Sally berkata, ' Nek, Johnny bilang dia ingin membantu di dapur'
Kemudian dia berbisik kepada Johnny, ' Ingat bebek itu?'
Maka, Johnny yang mencuci piring.

Hari berikutnya, kakek bertanya apakah anak-anak mau ikut memancing, tetapi nenek berkata, 'Wah sayang sekali tapi saya perlu Sally untuk membantu menyiapkan makan malam'.
Sally hanya tersenyum dan berkata, ' Hm...tidak apa2 karena Johnny bilang akan membantu nenek'.
Sally berbisik lagi kepada Johnny, 'Ingat bebek itu?' Maka Sally pergi memancing dan Johnny tinggal untuk membantu nenek. Setelah beberapa hari Johnny dikerjain Sally, akhirnya Dia menemui neneknya dan mengaku bahwa dia telah membunuh bebek nya. Neneknya berlutut, memeluknya dan berkata, SAYANG, SAYA SUDAH TAHU.  TAHUKAH KAU, SAYA SEDANG BERDIRI DI JENDELA DAN SAYA MELIHAT SEMUANYA, TAPI KARENA SAYA MENGASIHI KAMU, SAYA MEMAAFKAN KAMU.. SAYA HANYA SEDANG BERPIKIR BERAPA LAMA KAMU AKAN MEMBIARKAN SALLY MEMPERBUDAKMU.

Makna dari cerita ini :
Apapun yg terjadi di masa lalu, apapun yg telah kamu perbuat..dan iblis terus mengingatkannya kembali kepadamu (kebohongan, penipuan, hutang, ketakutan, kebiasaan buruk, kebencian, amarah, kepahitan dll) apapun itu KAMU PERLU TAHU BAHWA TUHAN SEDANG BERADA DI JENDELA,melihat seluruh hidupmu. Dia mengasihimu dan kamu telah diampuni. Dia hanya sedang berpikir berapa lama kamu akan membiarkan dirimu diperbudak oleh si iblis. Hidupilah pengampunanNya.

Minggu, 04 Desember 2011

Kisah Telur dan Tempe Gosong

Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam utk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya krn mengurusi adik yg merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!

Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tdk bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sdh habis.

Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sdh capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dgn tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dgn tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan sy & adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, sy mendengar ibu meminta maaf krn telor & tempe yg gosong itu & satu hal yg tidak pernah sy lupakan adalah apa yg ayah katakan:

"Sayang, aku suka telor & tempe yg gosong."

Sebelum tidur, sy pergi utk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, sy bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"

Ayah memeluk sy erat dg kedua lengannya & berkata, "Anakku, ibu sdh bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sdh capek,

Jadi sepotong telor & tempe yg gosong tdk akan menyakiti siapa pun kok!"

Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yg sangat penting utk menciptakan sebuah hubungan yg sehat, bertumbuh & abadi.

Ingatlah emosi tdk akan pernah menyelesaikn masalah yg ada, jd selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi org yg egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.

Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN