Sabtu, 08 Desember 2012

Harapan Manusia Bak Gunung Merapi

Ada seorg pengemis yg setiap hari berkeliaran di jalanan. Dia selalu berpikir, betapa senangnya jika ditangannya ada uang u$2.000.
Suatu hari pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yg lucu. Ia melihat di sekelilingnya tdk ada seorgpun, lalu ia menggendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya & mengikatnya.
Rupanya pemilik anjing adalah org yg paling kaya di kota tsb. Hartawan ini sangat panik, krn anjing tsb ras nya sangat terkenal. Lalu hartawan ini membuat pengumuman di stasiun TV di kota tsb, "Siapa yg menemukan anjingnya akan diberi hadiah u$2.000"
Keesokan harinya pengemis ini keluar utk mengemis, melihat pengumuman ini, ter-gesa² ia pulang ke rumahnya u/ menukar anjing tsb dgn uang.
Ketika dia menggendong anjing itu ke stasiun TV, dia melihat pengumuman hadiah berubah menjadi u$3.000, krn hartawan ini tdk dpt menemukan anjingnya.
Langkah kaki pengemis itu berhenti, setelah di pikir² akhirnya dia menggendong anjingnya kembali ke gubuknya.
Hari ke 3,
benar saja hadiahnya bertambah lagi,
Hari ke 4,
hadiah bertambah lagi.
Hari yg ke 7,
hadiahnya sangat menggagetkan seluruh penduduk kota.
Pada saat itu pengemis lari pulang ke gubuknya, utk mengambil anjing itu, tapi diluar dugaan anjing kecil itu sdh mati kelaparan.
Pengemis tetap pengemis.
Pesan Moral,
Sebenarnya ϑi dalam kehidupan, banyak kesempatan bagus, bukan krn kita tdk berjodoh mendapatkannya, tapi harapan kita terlalu tinggi.
Ketika kita sdh hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan merubah arah mendekati target yg lebih tinggi.

"Harapan manusia bagaikan sebuah gunung merapi, jika tdk dpt mengontrolnya akan melukai diri sendiri."Keinginan adalah sumber penderitaan yg menuntut utk terpuaskan padahal nafsu keinginan tdk bisa dipuaskan kecuali memiliki rasa puas atas apa yg dimiliki..

MENARI DI TENGAH BADAI

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.
Aku menyiapkan berkasnya, memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.
Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan utk memeriksa lukanya, nampaknya cukup baik dan kering. Tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yg tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan utk melakukannya sendiri.
Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.
Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo utk makan siang bersama istrinya, seperti yg dilakukannya sehari-hari.
Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.
Aku sangat terkejut dan berkata, "Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?"
Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata,
"Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?"
Aku harus terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding.
Cinta kasih seperti itulah yg kita mau dalam hidup?
Cinta sesungguhnya tdk bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yg terjadi saat ini, yg sudah terjadi, dan yg akan terjadi.
Bagiku pengalaman ini menyampaikan pesan penting:
Orang yg paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yg terbaik, mereka hanya berbuat yg terbaik dgn apa yang mereka miliki.
Hidup bukanlah sekadar berjuang menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah badai.

Senin, 03 Desember 2012

Arti Seikat Kembang !!!

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir didepan kuburan umum.
Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan.. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"
Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.
Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, " Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."
"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.
"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.
"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.
Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.
Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"
Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri !!!

Senin, 30 Juli 2012

Tidak ada yang sempurna

Ada seorang tua yang sangat beruntung.
Dia menemukan sebutir mutiara yang besar & sangat indah, namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tsb.

Hatinya terus bergumam, kalo lah tidak ada titik noda hitam, Mutiara ini akan menjadi yang tercantik & paling sempurna di dunia!!

Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti lapisan permukaan mutiara.

Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tsb masih ada.

Dia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan titik noda itu akan hilang.
Tapi kenyataannya noda tsb masih tetap ada. Lalu dengan tidak sabar, dia mengkuliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tsb ikut hilang!!

Begitulah dengan kehidupan nyata, kita selalu suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar...

Persahabatan yang indah puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yang hebat hanya karena sepatah kata pedas yang tidak disengaja .....

Keluarga yang rukun dan harmonispun jadi hancur hanya karena perdebatan2 kecil yang tak penting ...

Yang remeh kerap di permasalahkan..
Yang lebih penting dan berharga lupa dan terabaikan...
Seribu kebaikan sering tak berarti...
Tapi setitik kekurangan diingat seumur hidup......

Mari belajar menerima kekurangan apapun yang ada dalam kehidupan kita...
Bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini ...?
Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.. (*)

Rabu, 25 Juli 2012

BERDOA AGAR TIDAK MENANGIS

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba lari. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final, salah satunya adalah Rio. Sebelum pertandingan dimulai Rio menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa.

Pertandingan dimulai, ternyata Rio pertama kali mencapai garis finish. Tentu Rio girang sekali menjadi juara.
Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya, "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?" Rio menggeleng. "Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta pada Tuhan, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.
Permohonan Rio ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin Tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya dan hikmat untuk dapat mengerti rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita, terutama  saat kita mengalami "kegagalan dan kekalahan"?
Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak mnyenangkan bagi kita. Berdoa utk menang itu biasa, tapi berdoa utk dpt mengerti kehendakNya saat kita kalah itulah iman yang teguh!

Rabu, 04 Juli 2012

"Dosa-dosa kecil berbahaya."

Ada dua orang mengunjungi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehatNya.

"Kami telah melakukan suatu dosa,"kata mereka dan suara hati kami terganggu.
"Apa yang harus kami lakukan?"

"Katakanlah kepadaku, perbuatan2 salah mana yang telah kamu
lakukan, anakku," kata hamba Tuhan tersebut.

Pria pertama mengatakan,"Saya melakukan suatu dosa yg berat dan mematikan."

Pria kedua berkata,"Saya telah melakukan beberapa dosa ringan,yang tidak perlu dicemaskan."

"Baik,"kata hamba Tuhan tersebut,
"Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan.!!!".

Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang
amat besar.

Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu
kecil.

"Sekarang," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan
kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!".

Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya..

Pria kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja dan membiarkan batu2 itu berada didalam tasnya.
Katanya, "Itu pekerjaan yg sulit."..

Dosa itu seperti batu2 itu..., kata hamba Tuhan bijak tersebut, "Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan
penyesalan yang sejati,memohon ampun dan mengakui Nama Tuhan,maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan."

"Tetapi pria yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Ia sulit membuang batu2 itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup."

"Maka ketahuilah,anak-anakku,"..nasihat hamba Tuhan itu, "Adalah sama untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !"

Minggu, 03 Juni 2012

Apa yang kita anggap benar belum tentu benar

Alkisah ada seorang ayah dan anak,dimana ayahnya mengatakan kepada anaknya,apapun yg kita lakukan di dunia ini belum tentu benar,dan sang ayah mengatakan akan membuktikan pada esok harinya.

Pada ke esokan harinya,diambil seekor keledai,dan sang ayah menyuruh anaknya naik ke keledai itu,dan sang ayah menariknya.saat melewati pasar.
org² di pasar mengatakan : Anak yg tak tau diri,org tua sdh setua itu menarik keledai,dan dia enak enakan duduk di atas keledai.
Sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya,sudah dengarkan apa yg di katakan orang.
Besok kita coba lagi,tapi kamu yg menarik keledainya,ayah yg menaiki keledainya.
Keesokan harinya seperti yg sdh di rencanakan,org² pasar pun mengatakan : memang org tua tak tau diri,anak sekecil itu di suruh menarik keledai,sedang dia duduk enak di atas keledai. Sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya,sudah dengarkan apa yg di katakan org.
Besok kita coba lagi,kita berdua akan menaiki keledai ini bersama². Dan saat melewati pasar,orang orang di pasar mengatakan,memang sepasang ayah dan anak yg tidak tau diri,mahluk selemah keledai di naiki bersama²,sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya, sudah dengarkan apa yg di katakan org.

Besok kita coba lagi,tapi kali ini keledai ini akan kita pikul bersama2,pada saat melewati pasar, 0rg² di pasar pun mengatakan,memang org yg bodoh,bukan di naiki dan di gunakan sebagai alat transport,malahan di pikul..
sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya,sudah dengarkan apa yg di katakan org,..
Intinya :
Apapun yg kita lakukan,walaupun itu benar,tapi belum tentu di mata org itu benar.maka jgn pernah putus asa dlm menjalani hidup...

Kekuatiran sebagai penghambat

Ada 2 orang turis Swiss yg melakukan pendakian di sebuah gunung.
Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng.
Jalannya tersendat" karena mesin tuanya.

Sepanjang jalan, turis 1 sibuk mencemasi kondisi mobil tsb.
Dia terbelenggu oleh rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan, bensinnya habis & tidak ada pom bensin disana.

Sementara itu, turis 2 tampak santai" saja. Dia begitu menikmati pemandangan indah bukit" di negeri cokelat itu yg pucuknya dihiasi salju putih.
Beberapa kali, dia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.

Setelah 1 jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yg dituju. "Kok kamu sempat" nya ambil gambar pemandangan itu ? Apa kamu tidak cemas ?" tanya turis 1. "Apa yg perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi" kata turis 2.

MORAL : Seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yg berharga. Realitanya, apa yg dikuatirkan lebih sering tidak terbukti atau separah yg dikuatirkan. "Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun usia kita" Banyak orang hidup dalam kekuatiran & kecemasan mengenai apa yg belum terjadi. Orang sering takut & tidak tahu apa yg ditakuti.
Akhirnya, orang yg seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.

Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang orang yg mampu menikmatinya dengan penuh SYUKUR.

JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar. Ada menit yg harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yg harus dilalui dengan PAHIT. Jalanilah setiap DETIK dengan BERSYUKUR agar kita menjadi lebih BIJAKSANA.

Sabtu, 26 Mei 2012

Miracle Day or Nice Day ???

Pagi bahagia. Pagi penuh senyum ceria. Sambutlah dgn syukur karena sampai saat ini masih hidup dgn sehat dan kuat.
Saya pernah bertemu seorang nenek yang berusia 65 tahun. Seperti biasanya saya selalu mengucapkan salam "Have a nice day".

Nenek itu berhenti dan berpaling ke arah saya sambil berkata:

"Anakku, setiap hari adalah miracle day, bukan nice day!"

Lalu dia bercerita bahwa dia telah operasi jantung dua kali.
Yang pertama ia menerima donor jantung anak usia 14 tahun tetapi tidak kompatibel dan sempat koma selama tiga hari.

Lalu kedua kali ia menerima jantung pria berusia 35 tahun dan ternyata cocok hingga saat itu.

Nenek itu menambahkan sejak peristiwa tersebut ia merasakan hidup yang kedua kalinya.

¤ Baginya setiap saat adalah "miracle".

¤ Setiap tarikan dan hembusan nafas adalah keajaiban.

¤ Jadi hidup bukan hanya "nice day" tetapi hidup adalah "miracle every second".

¤ Pertemuan singkat dengan nenek tersebut telah membuat saya lebih menghargai arti hidup dan nenek itu datang sebagai guru bagi saya agar lebih menghargai hidup.

¤ Hidup akan jauh lebih berarti bila kita bisa memanfaatkannya dengan baik daripada sekadar menghitung hari.

¤ Mengutip kata Tom Hanks dalam film Forrest Gump:
"Life is like a box of chocolate, we never know what we gonna get".

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan tetapi dengan mempersiapkan diri dan attitude every day is miracle seperti nenek tersebut mungkin akan membuat hidup kita lebih hidup dan lebih berwarna baik bagi diri kita maupun bagi lingkungan sekitar kita.

Kamis, 24 Mei 2012

KISAH SEGELAS SUSU (Kisah Nyata)

Ada seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang.
Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan.
Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorg gadis muda.
Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.
Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu.

"Berapa harga segelas susu ini?"
tanya anak lelaki itu.
"Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,"
jawab si gadis.
"Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… " balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.

Belasan tahun berlalu…
Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis.
Dokter di kota kecilnya angkat tangan.
Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.
Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa.
Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter.
Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersbt.
Dia langsung mengenali wanita itu.

Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu bayar,
meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…
"Telah dibayar lunas dengan segelas susu …" Tertanda, dr. Howard Kelly.
(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut.
Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)

Begitulah …
Jangan ragu berbuat baik dan jangan mengharap balasan. Pada akhirnya,
buah perbuatan akan selalu mengikuti kita. We will harvest what we plant..

Dan jangan pernah menghina orang yg kita lihat lemah,
karena kita tidak tahu nasib kita kedepannya ....

Semoga dapat bermanfaat

Sabtu, 21 April 2012

Pohon dan Teman Sejati

Ada sebuah pohon berbuah kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak dengan suara keras memuji.
"Pohon subur, engkau terlihat indah dengan buah-buah tsb."
Mendengar pujian tsb pohon berkata ke burung jalak, "Teman, tinggallah disini!."

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, sambil bernyanyi, "Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus"
Mendengar pujian tsb pohon berkata ke burung kenari, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"

Terakhir burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk, burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat..."

Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, kau mematuk ku, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!", burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur. dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati.".

Kamis, 05 April 2012

Penebang dan kapak

Dijaman dulu, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, dan tanpa kapak dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.

Pagi itu ketika sang tetangga berangkat, dia menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya.

Besoknya, bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya 2 hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya. Semakin dipikir semakin yakin.

Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan dilaci dapur. Istrinya yang sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.

Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri, dan senyumnya juga tulus tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?

Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita. Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan. Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih medit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip, dan makanan tidak enak dibilang bergizi.

Hidup tidak pernah dan tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Perception creates worldview, we create our own reality. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita dan bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman dan keadaan.

Segalanya mengalir pada ruang dan waktu.

Rabu, 04 April 2012

Berikan apa yg kau sayangi tuk yg lebih baik

Di suatu malam seorg ayah membacakan cerita utk anak perempuannya.

Stlh membacakan cerita, si ayah bertanya kpd anaknya : "Nak, apa kamu sayang Ayah?"

Si anak menjawab, "Tentu saja aku sayang Ayah"

Ayahnya tersenyum lalu bertanya, "Kalau begitu, boleh Ayah minta kalungmu?"

Lalu si anak menjwb, "Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku jg sayang sama kalung ini"

Lalu Ayahnya berkata, "Ya sudah tidak apa2, Ayah hanya bertanya saja"

Si ayah lalu pergi.

Di malam berikutnya selama 3 hari berturut2, ayahnya menanyakan hal yg sama & si anak pun menjwb dgn kata2 yg sama.

Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, "Kenapa tiba2 Ayah mau kalung ini? Ini kalung yg paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga"

Malam berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, "Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah & jg kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah"

Si anak memberikan kalungnya & Ayahnya mengambilnya dgn tngn kiri, lalu Ayahnya memasukkan tngn kanannya ke saku kanan & mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.

Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya, "Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu & Ayah gantikan dgn yg lebih baik & indah"

Si anak menangis terharu.

Seringkali kita merasa Tuhan tidak adil. Dia yg memberikan tapi kenapa Dia jg yg mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat Tuhan mengambil sesuatu yg berharga dr kita, ternyata Tuhan punya rencana lain. Dia mau menggantikannya dgn yg LEBIH BAIK lagi dari apa yg sudah kita miliki skrg.

Jadi,
* Terimalah apapun yg kita alami (bersabar),
* Berilah apa yg harus kita berikan (beramal),
* Kembalikanlah apa yg diminta oleh Tuhan (ikhlas), dan
* Tetaplah bersyukur, maka rejekimu akan dilipat gandakan.

Seekor burung jatuh cinta pda mawar putih.

Burung pun berusaha mengungkapkan perasaannya.
Tapi mawar putih berkata,''aku tidak akan pernah mencintaimu''
Tapi burung tak pernah menyerah, setiap hari burung datang untuk bertemu dengan mawar putih..
Akhirnya mawar putih berkata, "aku akan mencintaimu, jika kamu dapat merubahku menjadi mawar merah !" Dan suatu hari burung datang kembali, dia melukai sayap-sayapnya dan menebarkan darahnya kepada mawar putih, hingga mawar putih berubah menjadi merah
Akhirnya mawar putih sadar, seberapa besarnya si burung mencintai dirinya, tetapi semuanya sudah terlambat, karena burung tak akan kembali lagi ke dunia''
Dia pergi untuk selama-lamanya, mawar putih pun menyesal, walau penyesalan itu tak berarti lagi.. yang pergi tak mungkin kembali lagi...

Moral lesson:
Kadang kita baru sadar tentang arti cinta sejati setelah orang yg kita cintai pergi meninggalkan kita...

Org bijak berkata ::
Menikahi orang yg kita cintai itu hal biasa...
Yg luar biasa adalah mencintai orang yg kita nikahi...

Sekarang berjanjilah untuk menjaga orang yang kita cintai... Dan hari ini cukup indah untuk mengatakan cinta kita kepadanya, bukan ?!

Menikah adalah sesuatu yg mudah, tp menjaga pernikahan agar tetap selalu utuh, karena tidak mudah mempertahankannya, itulah Perjuangan yg sebenarnya...

Janganlah mencintai dan mencari kesempurnaan, tp Cintailah Ketidak sempurnaan dgn Cara yg Sempurna

Selasa, 06 Maret 2012

Mendengar suara Tuhan

MENDENGAR SUARA TUHAN

Ada seorang anak muda yang bersahabat
akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini
kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus
berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan
untuk mencari si pengkhotbah tua itu
Ketika berada di ruang belajar si
pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya.
Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil
berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai
pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?"
Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang
lain dan duduk di sana . Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti
jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan
jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan.
"Apa sih katamu?" tanya si
pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan
perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda
belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si
pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya.
Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa
katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya. "
Dengan lembut, si pengkhotbah memegang
pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi
kita perlu lebih dekat menghampiriNya, agar dapat mendengar Dia
dengan lebih jelas lagi." Si pemuda itu tertegun dan akhirnya
dia mengerti.
Kita seringkali menginginkan jawaban
Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan
jawaban dariNya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan
lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar Anda mau
menghampiri takhta kemuliaanNya dan lebih dekat kepadaNya. Setelah
Anda berada di dekatNya, Anda baru bisa mendengar jawaban Tuhan
dengan jelas.
Indah sekali untuk mengetahui bahwa
kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat
yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang
tepat. Itulah yang terjadi apabila kita dipimpin oleh Roh Kudus.
.___

--
Regards,
Dr. Leo Marcelinus Handoko, SpKJ, MSc
Psychiatrist & Consultant of Nerve Revitalization

Jumat, 02 Maret 2012

Semangkuk Bakmie

Seorang anak bertengkar dgn ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bhw ia sama sekali tdk membawa uang. Ia lewati sebuah kedai bakmi. Pemilik kedai melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?"
"Ya, tetapi aku tdk membawa uang" jwb anak itu dgn sungkan.
"Ya sudah, aku akan mentraktirmu" jwb sang pemilik kedai.

Anak itu segera makan bbrp suap, kemudian air matanya mulai berlinang
"Ada apa Nak?" Tanya si pmilik kedai
"Tidak apa2, aku hanya terharu" jwb anak itu sambil mengeringkan air matanya.
"Seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar dgnku,mengusirku dr rumah. Kau seorang yg baru kukenal tetapi bgitu peduli dgnku" katanya kpd pmilik kedai.

Pemilik kedai itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir bgitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau bgitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi & nasi untukmu dari kau kecil hingga saat ini,mengapa kau tdk bertrimakasih kpdnya? Kau malah bertengkar dgnnya?"

Anak itu terhenyak mendengar hal tsb "Mngapa aku tdk berpikir tentang hal itu?
Untuk semangkuk bakmi dr orang yg baru kukenal aku begitu berterimakasih,tetapi kpd ibuku yg memasak untukku slama bertahun2, aku bahkan tdk memperdulikannya. Dan hanya krn persoalan spele, aku btengkar dgnnya".
Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya utk pulang ke rumah.

Begitu sampai di ambang pintu rumah,ia melihat ibunya dgn wajah letih&cemas. Ketika mlihat anaknya kalimat pertama yg kluar dr mulutnya adalah "Nak, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam."
Mendengar hal itu,si anak tidak dpt menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Sekali waktu kita bisa sangat berterimakasih kpd org lain utk satu pertolongan kecil yg diberikannya pd kita.

Namun kpd orang yg sangat dekat dgn kita khususnya org tua kita, kita hrs ingat bahwa kita mesti bertrimakasih kpd mreka seumur hidup kita

Selasa, 28 Februari 2012

Kopi vs Cangkirnya

Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya." Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki. Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yang sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh "Apa yang ada di dalam" bukan "Apa yang kelihatan dari luar". Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal. Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya. Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan ~o) ;)

Kamis, 16 Februari 2012

Belajarlah dari Akar

Seorang tukang kebun mengadakan penelitian sederhana.

Ia menanam 2 tanaman yg sama pd lahan yg sama. Yg membedakan hanya bagaimana cara merawat tanaman tsb.

Tanaman yg pertama disirami secara rutin tiap pagi & sore sedangkan tanaman yg ke-2 disirami 2 hari sekali.

Ketika tumbuh besar, tiba waktunya untuk menguji kekuatan akar tsb.

Perbedaan cukup mencolok; butuh waktu ± 2 menit untuk mencabut akar tanaman pertama.

Tanaman ke-2, butuh waktu lebih lama yaitu 4 menit !

Mengapa ?

Krn tanaman pertama dimanjakan
sehingga akarnya tdk berusaha mencari ke tanah yg lebih dalam.

Sedangkan tanaman ke-2 mendapat suplai air yg lebih sedikit sehingga akarnya mencari ke sumber air yg lebih dalam ke tanah.

Kita sama dgn ilustrasi tsb.

Jika kita dimanjakan & semua permintaan "mudah" dikabulkan atau tidak pernah ada penderitaan, ini akan membuat kita jadi orang yg manja. Kita akan menjadi orang yg cengeng.

Akibatnya akar potensi diri tdk akan kuat & ketika permasalahan terjadi, dgn mudahnya kita tumbang!

Bagaimana? Apakah memilih untuk menjadi orang yg manja dgn akar yg rapuh? Atau menjadi orang yg dewasa?

"HIDUP TANPA BISA MENGATASI MASALAH, KITA HANYA AKAN MENJADI PRIBADI YG MANJA & MEMILIKI AKAR POTENSI DIRI YG RAPUH..."

Sabtu, 07 Januari 2012

Belajar dari burung elang

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, dapat mencapai 70 tahun.
Tapi untuk mencapai umur itu seekor elang harus membuat keputusan besar pada umurnya yang ke 40 tahun.

Saat umur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruh menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dada.
Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkan saat terbang.

Saat itu, ia hanya mempunyai 2 pilihan:
Menunggu kematian atau menjalani proses transformasi yang menyakitkan selama 150 hari.

Saat melakukan transformasi itu, ia harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal di sana selama proses berlangsung.

Pertama, ia harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari  mulutnya, kemudian menunggu tumbuhnya paruh baru.
Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu.
Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

5 bulan kemudian, bulu-bulu yang. baru tumbuh sempurna. Ia mulai dapat terbang kembali.

Dengan paruh dan cakar baru, ia mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi…!

Dalam kehidupan, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang BESAR untuk memulai sesuatu proses PEMBARUAN.

Berani membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang mengikat dan melekat kuat, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita terlena.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal baru, kita mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian kita sepenuhnya dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Tantangan terbesar untuk berubah ada di dalam Diri Sendiri. Mari kita menjalaninya dengan penuh Semangat pembaharuan...