Selasa, 06 Maret 2012

Mendengar suara Tuhan

MENDENGAR SUARA TUHAN

Ada seorang anak muda yang bersahabat
akrab dengan seorang pengkhotbah tua. Suatu hari, anak muda ini
kehilangan pekerjaannya dan tidak tahu lagi harus
berbuat apa. Akhirnya, dia memutuskan
untuk mencari si pengkhotbah tua itu
Ketika berada di ruang belajar si
pengkhotbah, si pemuda ini berteriak-teriak tentang problem hidupnya.
Akhirnya dengan kalap dia mengepal-ngepalkan tinjunya, sambil
berteriak, "Saya memohon Tuhan agar menolong saya. Tapi hai
pengkhotbah, mengapa Dia tidak menjawab saya?"
Si pengkhotbah tua itu pergi ke ruang
lain dan duduk di sana . Lalu dia berbicara sesuatu dan menanti
jawaban si pemuda. Tentu saja si pemuda itu tidak mendengarkan dengan
jelas, sehingga dia ikut-ikutan pindah ruangan.
"Apa sih katamu?" tanya si
pemuda penasaran. Si pengkhotbah itu mengulangi kata-katanya dengan
perlahan sekali, seperti sedang bergumam sendiri. Tetapi si pemuda
belum menangkap bisikan si pengkhotbah. Dia terus mendekati si
pengkhotbah tua ini dan duduk di bangku sebelahnya.
Si pemuda itu lagi-lagi bertanya, "Apa
katamu? maaf, saya tadi belum mendengarnya. "
Dengan lembut, si pengkhotbah memegang
pundak si pemuda, "Saudaraku, Allah kadang-kadang berbisik, jadi
kita perlu lebih dekat menghampiriNya, agar dapat mendengar Dia
dengan lebih jelas lagi." Si pemuda itu tertegun dan akhirnya
dia mengerti.
Kita seringkali menginginkan jawaban
Tuhan bak petir yang menggelegar di udara dan sekaligus meneriakkan
jawaban dariNya. Tetapi Allah sering diam, kadang Dia bicara dengan
lembut, bahkan berbisik. Hanya dengan satu alasan: agar Anda mau
menghampiri takhta kemuliaanNya dan lebih dekat kepadaNya. Setelah
Anda berada di dekatNya, Anda baru bisa mendengar jawaban Tuhan
dengan jelas.
Indah sekali untuk mengetahui bahwa
kita melakukan sesuatu yang tepat, pada waktu yang tepat, di tempat
yang tepat, dengan cara yang tepat dan bersama orang-orang yang
tepat. Itulah yang terjadi apabila kita dipimpin oleh Roh Kudus.
.___

--
Regards,
Dr. Leo Marcelinus Handoko, SpKJ, MSc
Psychiatrist & Consultant of Nerve Revitalization

Jumat, 02 Maret 2012

Semangkuk Bakmie

Seorang anak bertengkar dgn ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bhw ia sama sekali tdk membawa uang. Ia lewati sebuah kedai bakmi. Pemilik kedai melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?"
"Ya, tetapi aku tdk membawa uang" jwb anak itu dgn sungkan.
"Ya sudah, aku akan mentraktirmu" jwb sang pemilik kedai.

Anak itu segera makan bbrp suap, kemudian air matanya mulai berlinang
"Ada apa Nak?" Tanya si pmilik kedai
"Tidak apa2, aku hanya terharu" jwb anak itu sambil mengeringkan air matanya.
"Seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar dgnku,mengusirku dr rumah. Kau seorang yg baru kukenal tetapi bgitu peduli dgnku" katanya kpd pmilik kedai.

Pemilik kedai itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir bgitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau bgitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi & nasi untukmu dari kau kecil hingga saat ini,mengapa kau tdk bertrimakasih kpdnya? Kau malah bertengkar dgnnya?"

Anak itu terhenyak mendengar hal tsb "Mngapa aku tdk berpikir tentang hal itu?
Untuk semangkuk bakmi dr orang yg baru kukenal aku begitu berterimakasih,tetapi kpd ibuku yg memasak untukku slama bertahun2, aku bahkan tdk memperdulikannya. Dan hanya krn persoalan spele, aku btengkar dgnnya".
Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya utk pulang ke rumah.

Begitu sampai di ambang pintu rumah,ia melihat ibunya dgn wajah letih&cemas. Ketika mlihat anaknya kalimat pertama yg kluar dr mulutnya adalah "Nak, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam."
Mendengar hal itu,si anak tidak dpt menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Sekali waktu kita bisa sangat berterimakasih kpd org lain utk satu pertolongan kecil yg diberikannya pd kita.

Namun kpd orang yg sangat dekat dgn kita khususnya org tua kita, kita hrs ingat bahwa kita mesti bertrimakasih kpd mreka seumur hidup kita