Jumat, 02 Maret 2012

Semangkuk Bakmie

Seorang anak bertengkar dgn ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bhw ia sama sekali tdk membawa uang. Ia lewati sebuah kedai bakmi. Pemilik kedai melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?"
"Ya, tetapi aku tdk membawa uang" jwb anak itu dgn sungkan.
"Ya sudah, aku akan mentraktirmu" jwb sang pemilik kedai.

Anak itu segera makan bbrp suap, kemudian air matanya mulai berlinang
"Ada apa Nak?" Tanya si pmilik kedai
"Tidak apa2, aku hanya terharu" jwb anak itu sambil mengeringkan air matanya.
"Seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar dgnku,mengusirku dr rumah. Kau seorang yg baru kukenal tetapi bgitu peduli dgnku" katanya kpd pmilik kedai.

Pemilik kedai itu berkata "Nak, mengapa kau berpikir bgitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau bgitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi & nasi untukmu dari kau kecil hingga saat ini,mengapa kau tdk bertrimakasih kpdnya? Kau malah bertengkar dgnnya?"

Anak itu terhenyak mendengar hal tsb "Mngapa aku tdk berpikir tentang hal itu?
Untuk semangkuk bakmi dr orang yg baru kukenal aku begitu berterimakasih,tetapi kpd ibuku yg memasak untukku slama bertahun2, aku bahkan tdk memperdulikannya. Dan hanya krn persoalan spele, aku btengkar dgnnya".
Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya utk pulang ke rumah.

Begitu sampai di ambang pintu rumah,ia melihat ibunya dgn wajah letih&cemas. Ketika mlihat anaknya kalimat pertama yg kluar dr mulutnya adalah "Nak, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam."
Mendengar hal itu,si anak tidak dpt menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Sekali waktu kita bisa sangat berterimakasih kpd org lain utk satu pertolongan kecil yg diberikannya pd kita.

Namun kpd orang yg sangat dekat dgn kita khususnya org tua kita, kita hrs ingat bahwa kita mesti bertrimakasih kpd mreka seumur hidup kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar