Sabtu, 21 April 2012

Pohon dan Teman Sejati

Ada sebuah pohon berbuah kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak dengan suara keras memuji.
"Pohon subur, engkau terlihat indah dengan buah-buah tsb."
Mendengar pujian tsb pohon berkata ke burung jalak, "Teman, tinggallah disini!."

Kemudian, seekor burung kenari terbang ke pohon ini, sambil bernyanyi, "Pohon ini sangat hijau, buahnya sangat wangi, sangat bagus"
Mendengar pujian tsb pohon berkata ke burung kenari, "Jika engkau ingin memakan buah, silahkan ambil saja!"

Terakhir burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana sini di badan pohon buah, membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak kepada burung pelatuk, burung pelatuk berkata, "Saya melihat di dalam tubuh anda ada seekor ulat, saya ingin mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat..."

Si pohon dengan marah berkata, "Omong kosong, kau mematuk ku, sengaja ingin membunuh saya, cepat pergi dari sini!", burung pelatuk akhirnya terbang pergi.

Tidak berapa lama kemudian, pohon menderita sakit, daunnya berubah kuning kemudian gugur. dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.

Burung jalak terbang meninggalkannya.., burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi..

Pada saat ini burung pelatuk datang lagi, walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tidak peduli, mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.

Beberapa waktu kemudian, pohon ini tumbuh kembali, daun-daun hijau mulai terlihat, kemudian berbuah lagi.

Pada saat ini, pohon dengan perasaan terharu berkata, "Yang bernyanyi dan memuji anda belum tentu adalah seorang teman, tetapi yang bersedia menunjukkan kekurangan Anda, juga bisa membantu Anda, inilah teman sejati.".

2 komentar:

  1. Ijin Copy Paste ya Mas, saya tampilkan di Warta Gereja saya, artikelnya menarik...

    BalasHapus
  2. @ Sdr Timinadiyoso : Silahkan copy az... Dan bantu share juga alamat blog ini biar banyak yang bisa terbantu memberikan kelegaan tersendiri meskipun hanya dalam bentuk text...

    BalasHapus