Minggu, 03 Juni 2012

Apa yang kita anggap benar belum tentu benar

Alkisah ada seorang ayah dan anak,dimana ayahnya mengatakan kepada anaknya,apapun yg kita lakukan di dunia ini belum tentu benar,dan sang ayah mengatakan akan membuktikan pada esok harinya.

Pada ke esokan harinya,diambil seekor keledai,dan sang ayah menyuruh anaknya naik ke keledai itu,dan sang ayah menariknya.saat melewati pasar.
org² di pasar mengatakan : Anak yg tak tau diri,org tua sdh setua itu menarik keledai,dan dia enak enakan duduk di atas keledai.
Sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya,sudah dengarkan apa yg di katakan orang.
Besok kita coba lagi,tapi kamu yg menarik keledainya,ayah yg menaiki keledainya.
Keesokan harinya seperti yg sdh di rencanakan,org² pasar pun mengatakan : memang org tua tak tau diri,anak sekecil itu di suruh menarik keledai,sedang dia duduk enak di atas keledai. Sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya,sudah dengarkan apa yg di katakan org.
Besok kita coba lagi,kita berdua akan menaiki keledai ini bersama². Dan saat melewati pasar,orang orang di pasar mengatakan,memang sepasang ayah dan anak yg tidak tau diri,mahluk selemah keledai di naiki bersama²,sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya, sudah dengarkan apa yg di katakan org.

Besok kita coba lagi,tapi kali ini keledai ini akan kita pikul bersama2,pada saat melewati pasar, 0rg² di pasar pun mengatakan,memang org yg bodoh,bukan di naiki dan di gunakan sebagai alat transport,malahan di pikul..
sampai di rumah,sang ayah mengatakan kepada anaknya,sudah dengarkan apa yg di katakan org,..
Intinya :
Apapun yg kita lakukan,walaupun itu benar,tapi belum tentu di mata org itu benar.maka jgn pernah putus asa dlm menjalani hidup...

Kekuatiran sebagai penghambat

Ada 2 orang turis Swiss yg melakukan pendakian di sebuah gunung.
Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng.
Jalannya tersendat" karena mesin tuanya.

Sepanjang jalan, turis 1 sibuk mencemasi kondisi mobil tsb.
Dia terbelenggu oleh rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan, bensinnya habis & tidak ada pom bensin disana.

Sementara itu, turis 2 tampak santai" saja. Dia begitu menikmati pemandangan indah bukit" di negeri cokelat itu yg pucuknya dihiasi salju putih.
Beberapa kali, dia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.

Setelah 1 jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yg dituju. "Kok kamu sempat" nya ambil gambar pemandangan itu ? Apa kamu tidak cemas ?" tanya turis 1. "Apa yg perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi" kata turis 2.

MORAL : Seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yg berharga. Realitanya, apa yg dikuatirkan lebih sering tidak terbukti atau separah yg dikuatirkan. "Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun usia kita" Banyak orang hidup dalam kekuatiran & kecemasan mengenai apa yg belum terjadi. Orang sering takut & tidak tahu apa yg ditakuti.
Akhirnya, orang yg seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.

Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang orang yg mampu menikmatinya dengan penuh SYUKUR.

JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar. Ada menit yg harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yg harus dilalui dengan PAHIT. Jalanilah setiap DETIK dengan BERSYUKUR agar kita menjadi lebih BIJAKSANA.