Minggu, 03 Juni 2012

Kekuatiran sebagai penghambat

Ada 2 orang turis Swiss yg melakukan pendakian di sebuah gunung.
Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng.
Jalannya tersendat" karena mesin tuanya.

Sepanjang jalan, turis 1 sibuk mencemasi kondisi mobil tsb.
Dia terbelenggu oleh rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan, bensinnya habis & tidak ada pom bensin disana.

Sementara itu, turis 2 tampak santai" saja. Dia begitu menikmati pemandangan indah bukit" di negeri cokelat itu yg pucuknya dihiasi salju putih.
Beberapa kali, dia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.

Setelah 1 jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yg dituju. "Kok kamu sempat" nya ambil gambar pemandangan itu ? Apa kamu tidak cemas ?" tanya turis 1. "Apa yg perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi" kata turis 2.

MORAL : Seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yg berharga. Realitanya, apa yg dikuatirkan lebih sering tidak terbukti atau separah yg dikuatirkan. "Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun usia kita" Banyak orang hidup dalam kekuatiran & kecemasan mengenai apa yg belum terjadi. Orang sering takut & tidak tahu apa yg ditakuti.
Akhirnya, orang yg seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.

Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang orang yg mampu menikmatinya dengan penuh SYUKUR.

JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar. Ada menit yg harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yg harus dilalui dengan PAHIT. Jalanilah setiap DETIK dengan BERSYUKUR agar kita menjadi lebih BIJAKSANA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar