Senin, 30 Juli 2012

Tidak ada yang sempurna

Ada seorang tua yang sangat beruntung.
Dia menemukan sebutir mutiara yang besar & sangat indah, namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tsb.

Hatinya terus bergumam, kalo lah tidak ada titik noda hitam, Mutiara ini akan menjadi yang tercantik & paling sempurna di dunia!!

Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti lapisan permukaan mutiara.

Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tsb masih ada.

Dia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan titik noda itu akan hilang.
Tapi kenyataannya noda tsb masih tetap ada. Lalu dengan tidak sabar, dia mengkuliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tsb ikut hilang!!

Begitulah dengan kehidupan nyata, kita selalu suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar...

Persahabatan yang indah puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yang hebat hanya karena sepatah kata pedas yang tidak disengaja .....

Keluarga yang rukun dan harmonispun jadi hancur hanya karena perdebatan2 kecil yang tak penting ...

Yang remeh kerap di permasalahkan..
Yang lebih penting dan berharga lupa dan terabaikan...
Seribu kebaikan sering tak berarti...
Tapi setitik kekurangan diingat seumur hidup......

Mari belajar menerima kekurangan apapun yang ada dalam kehidupan kita...
Bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini ...?
Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.. (*)

Rabu, 25 Juli 2012

BERDOA AGAR TIDAK MENANGIS

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba lari. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final, salah satunya adalah Rio. Sebelum pertandingan dimulai Rio menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa.

Pertandingan dimulai, ternyata Rio pertama kali mencapai garis finish. Tentu Rio girang sekali menjadi juara.
Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya, "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan?" Rio menggeleng. "Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta pada Tuhan, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.
Permohonan Rio ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin Tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya dan hikmat untuk dapat mengerti rencana-Nya yang paling sempurna dalam hidup kita, terutama  saat kita mengalami "kegagalan dan kekalahan"?
Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak mnyenangkan bagi kita. Berdoa utk menang itu biasa, tapi berdoa utk dpt mengerti kehendakNya saat kita kalah itulah iman yang teguh!

Rabu, 04 Juli 2012

"Dosa-dosa kecil berbahaya."

Ada dua orang mengunjungi hamba Tuhan yang bijak dan meminta nasehatNya.

"Kami telah melakukan suatu dosa,"kata mereka dan suara hati kami terganggu.
"Apa yang harus kami lakukan?"

"Katakanlah kepadaku, perbuatan2 salah mana yang telah kamu
lakukan, anakku," kata hamba Tuhan tersebut.

Pria pertama mengatakan,"Saya melakukan suatu dosa yg berat dan mematikan."

Pria kedua berkata,"Saya telah melakukan beberapa dosa ringan,yang tidak perlu dicemaskan."

"Baik,"kata hamba Tuhan tersebut,
"Pergilah dan bawalah kepadaku sebuah batu untuk setiap dosa yang telah kamu lakukan.!!!".

Pria pertama kembali dengan memikul sebuah batu yang
amat besar.

Pria kedua dengan senang membawa satu tas berisi batu-batu
kecil.

"Sekarang," kata hamba Tuhan tersebut, "Pergilah dan
kembalikan semua batu itu tepat dimana kamu telah menemukannya!".

Pria pertama mengangkat batu besar itu dan memikulnya kembali ke tempat dimana ia telah mengambilnya..

Pria kedua tidak dapat mengingat lagi tempat dari setengah jumlah batu yang telah diambilnya, maka ia menyerah saja dan membiarkan batu2 itu berada didalam tasnya.
Katanya, "Itu pekerjaan yg sulit."..

Dosa itu seperti batu2 itu..., kata hamba Tuhan bijak tersebut, "Jika seseorang melakukan suatu dosa berat, hal itu seperti sebuah batu besar dalam suara hatinya, tetapi dengan
penyesalan yang sejati,memohon ampun dan mengakui Nama Tuhan,maka kesalahannya diampuni seluruhnya oleh Tuhan."

"Tetapi pria yang terus menerus melakukan dosa-dosa ringan dan ia tahu itu salah, namun semakin membekukan suara hatinya dan ia tidak menyesali sedikitpun, maka ia tetap sebagai seorang pendosa. Ia sulit membuang batu2 itu kembali ke tempatnya dan terus menerus membawanya seumur hidup."

"Maka ketahuilah,anak-anakku,"..nasihat hamba Tuhan itu, "Adalah sama untuk menolak dosa-dosa ringan seperti menolak dosa-dosa berat !"