Sabtu, 08 Desember 2012

Harapan Manusia Bak Gunung Merapi

Ada seorg pengemis yg setiap hari berkeliaran di jalanan. Dia selalu berpikir, betapa senangnya jika ditangannya ada uang u$2.000.
Suatu hari pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yg lucu. Ia melihat di sekelilingnya tdk ada seorgpun, lalu ia menggendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya & mengikatnya.
Rupanya pemilik anjing adalah org yg paling kaya di kota tsb. Hartawan ini sangat panik, krn anjing tsb ras nya sangat terkenal. Lalu hartawan ini membuat pengumuman di stasiun TV di kota tsb, "Siapa yg menemukan anjingnya akan diberi hadiah u$2.000"
Keesokan harinya pengemis ini keluar utk mengemis, melihat pengumuman ini, ter-gesa² ia pulang ke rumahnya u/ menukar anjing tsb dgn uang.
Ketika dia menggendong anjing itu ke stasiun TV, dia melihat pengumuman hadiah berubah menjadi u$3.000, krn hartawan ini tdk dpt menemukan anjingnya.
Langkah kaki pengemis itu berhenti, setelah di pikir² akhirnya dia menggendong anjingnya kembali ke gubuknya.
Hari ke 3,
benar saja hadiahnya bertambah lagi,
Hari ke 4,
hadiah bertambah lagi.
Hari yg ke 7,
hadiahnya sangat menggagetkan seluruh penduduk kota.
Pada saat itu pengemis lari pulang ke gubuknya, utk mengambil anjing itu, tapi diluar dugaan anjing kecil itu sdh mati kelaparan.
Pengemis tetap pengemis.
Pesan Moral,
Sebenarnya ϑi dalam kehidupan, banyak kesempatan bagus, bukan krn kita tdk berjodoh mendapatkannya, tapi harapan kita terlalu tinggi.
Ketika kita sdh hampir mendekati sebuah target, terkadang kita akan merubah arah mendekati target yg lebih tinggi.

"Harapan manusia bagaikan sebuah gunung merapi, jika tdk dpt mengontrolnya akan melukai diri sendiri."Keinginan adalah sumber penderitaan yg menuntut utk terpuaskan padahal nafsu keinginan tdk bisa dipuaskan kecuali memiliki rasa puas atas apa yg dimiliki..

MENARI DI TENGAH BADAI

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya.
Aku menyiapkan berkasnya, memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.
Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan utk memeriksa lukanya, nampaknya cukup baik dan kering. Tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yg tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan utk melakukannya sendiri.
Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru.
Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo utk makan siang bersama istrinya, seperti yg dilakukannya sehari-hari.
Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir.
Aku sangat terkejut dan berkata, "Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?"
Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata,
"Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, kan?"
Aku harus terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding.
Cinta kasih seperti itulah yg kita mau dalam hidup?
Cinta sesungguhnya tdk bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yg terjadi saat ini, yg sudah terjadi, dan yg akan terjadi.
Bagiku pengalaman ini menyampaikan pesan penting:
Orang yg paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yg terbaik, mereka hanya berbuat yg terbaik dgn apa yang mereka miliki.
Hidup bukanlah sekadar berjuang menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah badai.

Senin, 03 Desember 2012

Arti Seikat Kembang !!!

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir didepan kuburan umum.
Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan.. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"
Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.
Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, " Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."
"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.
"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.
"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.
Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.
Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"
Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri !!!