Sabtu, 21 September 2013

Memesan semangkok bakmi.

Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama didepan depotx, lalu bertanya "Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?"
"Ya, tapi aku tdk punya uang," jawab anak itu dgn malu².
Tidak apa², aku akan mentraktirmu, jawab si pemilik depot.
Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang.
"Ada apa, Nak?" tanya si pemilik depot. Tidak apa², aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi sedangkan ibuku sendiri telah mengusirku dari rumah. Kau seorang yg baru kukenal tapi begitu peduli padaku.
Pemilik depot itu berkata Nak, mengapa kau berpikir begitu?
Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi, nasi dll sampai kamu dewasa... seharusnya kamu berterima kasih kepadanya.
Anak itu kaget mendengar hal tersebut. "Mengapa aku tdk berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari org yg baru kukenal aku begitu berterima kasih....tapi terhadap ibuku yg memasak untukku selama ber-tahun², aku tak pernah berterima kasih."
Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia bergegas pulang.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yg keluar dari mulutnya adalah "Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku tlh menyiapkan makan malam."
Mendengar hal itu, si anak tdk dpt menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.
Kadang 1 kesalahan, membuat kita begitu mudah melupakan kebaikan yg telah kita nikmati tiap hari.
Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada org lain utk suatu pertolongan kecil yg kita terima, namun kepada orang yg sangat dekat dgn kita ..... kita sering lupa utk berterima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar